0 menit baca 0 %

Kuatkan Manajemen Perubahan, Kemenag Siak Genjot Akselerasi Pembangunan Zona Integritas

Ringkasan: Siak (Kemenag) - (Kamis, 11/12/2025) -  Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, H. Resman Junaidi, S.H.I, memimpin Rapat Penyusunan Program Kerja dan Progres Zona Integritas (ZI) yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag Siak.Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua dan anggota...

Siak (Kemenag) - (Kamis, 11/12/2025) -  Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, H. Resman Junaidi, S.H.I, memimpin Rapat Penyusunan Program Kerja dan Progres Zona Integritas (ZI) yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag Siak.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua dan anggota tim Area I Manajemen Perubahan. Dalam kesempatan tersebut, Resman Junaidi menekankan pentingnya komitmen bersama dalam mewujudkan Kemenag Siak sebagai satuan kerja yang berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). “Komitmen ini tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus tercermin dalam sikap, tindakan, dan konsistensi seluruh tim.”

Ia mengingatkan bahwa setiap tim area harus memiliki perencanaan yang jelas, terukur, serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai indikator Reformasi Birokrasi.

Pada agenda pemaparan materi, Tim Organisasi dan Tata Laksana Kantor Kemenag Siak, yaitu Salmiwati, dan Junaidi, memberikan penjelasan rinci mengenai langkah-langkah yang wajib dilaksanakan oleh Tim Area I – Manajemen Perubahan. Beberapa poin yang dipaparkan meliputi:

1. Penguatan komitmen pimpinan dan pegawai sebagai motor penggerak perubahan organisasi.

2. Penyusunan dokumen rencana kerja Manajemen Perubahan yang sinkron dengan target Reformasi Birokrasi dan ZI.

3. Pembentukan agen perubahan serta strategi internalisasi nilai budaya kerja.

4. Monitoring dan evaluasi berkala terhadap implementasi kegiatan pada Area I.

Salmiwati menegaskan bahwa Manajemen Perubahan merupakan fondasi awal yang menentukan keberhasilan seluruh area dalam pembangunan ZI. “Jika perubahan mindset dan culture set tidak terbentuk, maka seluruh program tidak akan berjalan optimal,” ujarnya. (Fz)