Bunut – Penyuluh Agama Islam Kecamatan Bunut kembali menjalankan tugas pembinaan keagamaan di tengah masyarakat. Kali ini, kegiatan difokuskan kepada ibu-ibu perkantoran yang berasal dari lingkungan kerja Kantor Camat dan Kelurahan Bunut. Pembinaan tersebut berlangsung pada Rabu pagi (10/9/2025) pukul 08.00 WIB, bertempat di Balai Nikah Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunut.
Program pembinaan ini merupakan bagian dari tugas pokok dan fungsi (tupoksi) penyuluh agama dalam memberikan edukasi dan bimbingan keislaman kepada masyarakat, khususnya kaum perempuan yang aktif di lingkungan perkantoran. Dua penyuluh agama Islam, Millah Shadiqoh dan Yulianti, bertindak sebagai pelaksana dan narasumber dalam kegiatan ini.
Kegiatan diawali dengan pembacaan sholawat Nabi secara bersama-sama sebagai pembuka acara. Selain sebagai bentuk dzikir dan ibadah, lantunan sholawat juga dimaksudkan untuk menumbuhkan semangat spiritual dan kekhusyukan di kalangan peserta.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tausiyah yang disampaikan oleh penyuluh agama. Dalam ceramahnya, Millah Shadiqoh menekankan pentingnya peran perempuan dalam menjaga nilai-nilai Islam, baik di lingkungan keluarga maupun tempat kerja. Ia juga mengingatkan agar para ibu tetap menjaga semangat ibadah dan menjadikan pekerjaan sebagai bagian dari ladang pahala. “Kesibukan kita sebagai pegawai atau aparatur tidak boleh melalaikan kewajiban kita sebagai seorang muslimah. Justru di sinilah tantangannya, bagaimana kita tetap bisa menjaga nilai-nilai agama di tengah rutinitas kerja,” ungkapnya.
Tidak hanya tausiyah, kegiatan ini juga diisi dengan sesi belajar membaca Al-Qur’an, khususnya tahsinul qira’ah (perbaikan bacaan Al-Qur’an). Peserta dibimbing langsung oleh penyuluh untuk memperbaiki makharijul huruf, tajwid, serta melatih pelafalan ayat-ayat pendek. Dengan metode pembelajaran yang interaktif, peserta tampak aktif bertanya dan mencoba melafalkan ayat dengan bimbingan yang tepat. Yulianti, sebagai penyuluh yang turut mendampingi, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai bentuk transfer ilmu keagamaan, tetapi juga menjadi wadah membangun ukhuwah Islamiyah antar sesama ibu-ibu perkantoran.
Kegiatan ini disambut baik oleh para peserta. Banyak dari mereka mengaku mendapatkan semangat baru dan merasa lebih dekat dengan nilai-nilai agama. Mereka juga menyampaikan harapan agar kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkala dan menjadi program pembinaan rohani tetap di lingkungan perkantoran Kecamatan Bunut.
Melalui kegiatan ini, peran penyuluh agama Islam semakin terlihat nyata sebagai ujung tombak pelayanan keagamaan di tengah masyarakat. Dengan sentuhan personal dan pendekatan kultural, para penyuluh tidak hanya hadir sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembina spiritual yang membimbing umat menuju kehidupan yang lebih religius dan harmonis.(dbs)