0 menit baca 0 %

Kuliah Umum Bersama Syaikh Ahmad Nafi' Al Mishri: "Gunung yang Berjalan Seperti Awan" Berdasarkan QS. An-Naml: 88

Ringkasan: Kampar ( Kemenag ) Pondok Pesantren Muallimin Muhammadiyah Bangkinang Kota menggelar kuliah umum yang penuh hikmah dan ilmu bersama Syaikh Ahmad Nafi' Al Mishri, seorang ulama yang memiliki keahlian dalam tafsir Al-Qur'an dan ilmu keislaman.  Sabtu, 15/2/2025.Acara ini mengupas secara mendalam makn...

Kampar ( Kemenag )– Pondok Pesantren Muallimin Muhammadiyah Bangkinang Kota menggelar kuliah umum yang penuh hikmah dan ilmu bersama Syaikh Ahmad Nafi' Al Mishri, seorang ulama yang memiliki keahlian dalam tafsir Al-Qur'an dan ilmu keislaman.  Sabtu, 15/2/2025.Acara ini mengupas secara mendalam makna dari QS. An-Naml: 88 yang berbunyi:

"Dan kamu lihat gunung-gunung, kamu sangka ia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagaimana berjalannya awan. (Itulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh segala sesuatu; sesungguhnya Dia Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan." (QS. An-Naml: 88)

Kuliah ini dipandu oleh Buya Deni Aslem, S.E.I, M.E.I yang menerjemahkan dan menjelaskan lebih lanjut materi yang disampaikan oleh Syaikh Ahmad Nafi' Al Mishri.

Dalam ceramahnya, Syaikh Ahmad Nafi' Al Mishri menjelaskan bahwa ayat ini mengandung makna ilmiah yang luar biasa. Dahulu, manusia mengira gunung adalah benda yang kokoh dan tidak bergerak, tetapi dalam ayat ini Allah menyatakan bahwa gunung sebenarnya berjalan seperti awan. Hal ini terbukti dalam ilmu geologi modern, yang menjelaskan bahwa lempeng bumi bergerak dalam suatu sistem yang disebut tektonik lempeng.

Pergerakan lempeng bumi ini menyebabkan perubahan bentuk permukaan bumi, termasuk pergerakan gunung-gunung yang tidak kasat mata dalam waktu singkat. Hal ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an telah lebih dahulu menjelaskan fenomena alam yang baru dapat dibuktikan melalui penelitian ilmiah di era modern.

"Betapa luar biasanya mukjizat Al-Qur’an. Ia telah lebih dulu mengungkapkan realitas yang baru bisa dipahami manusia setelah berabad-abad lamanya," ungkap Syaikh Ahmad Nafi' Al Mishri dalam ceramahnya.

Beliau juga menekankan bahwa ilmu dan agama bukanlah dua hal yang bertentangan, tetapi justru saling melengkapi. Semakin dalam ilmu pengetahuan dipelajari, semakin jelas pula kebenaran ayat-ayat Al-Qur'an yang merupakan wahyu Allah.

Kuliah umum ini dihadiri oleh para guru dan karyawan Pondok Pesantren Muallimin Muhammadiyah Bangkinang Kota, yang mengikuti acara dengan penuh antusias. Para peserta tampak khidmat menyimak materi yang disampaikan dan terlibat aktif dalam sesi tanya jawab.

Acara ini diakhiri dengan doa bersama agar ilmu yang telah disampaikan dapat memberi manfaat dan keberkahan bagi seluruh peserta. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut untuk memperdalam pemahaman Al-Qur'an serta menguatkan keyakinan akan kebesaran Allah.

"Semoga ilmu yang didapat semakin memperkuat keimanan dan membuktikan kebenaran Al-Qur'an sebagai petunjuk sepanjang zaman," pungkas Buya Deni Aslem. ( Fatmi/Cicy )