Kuansing ( Inmas ). Sabtu ( 8/2/2021)
Kuliah tujuh menit ( kultum) 3 bahasa oleh Aurelia Agustin kelas VIII D Santri/yah Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren KH. Ahmad Dahlan.
Dalam rangka mengembangkan Skill pidato 3 bahasa Pondok Pesantren KH. Ahmad Dahlan Mengadakan kuliah tujuh menit (Kultum) setiap harinya, dengan tujuan agar santri/yah terbiasa bersosialisasi didepan umum dan berguna bagi masyarakat.
Pagi hari ini santriyah yang bernama Aurelia Agustin membawakan pidato Bahasa Indonesia yang berjudul Tantangan Islam
Dalam pidatonya ia menyampaikan "Umat Islam dewasa ini memiliki ketiga unsur peradaban di atas, manusia, tanah/materi, dan waktu. Umat Islam pun memiliki ajaran agama, namun keadaan kita ternyata tidak seperti yang diharapkan. Jika demikian, kita harus mencari akar persoalannya yang sekaligus menjadi tantangan kita pada unsur peradaban itu, yakni manusia, tanah, dan waktu, juga pada nilai-nilai perekatnya, yakni pemahaman dan pengamalan agama kita.
Apakah ada yang keliru? Jumlah kaum Muslim banyak, tanah yang dimilikinya luas, dan waktu yang tersedia tidak lebih sedikit dari waktu pihak lain. Jika demikian, bagaimana dengan ajaran agamanya? Adakah yang keliru?
Setiap Muslim pasti akan berkata: Tidak! Karena itu, boleh jadi pemahaman dan pengalaman kita terhadap al-Qur’an yang keliru. Dari sini lahir slogan: Mari kembali kepada al-Qur’an dan Sunnah."
Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan dan dakwah, Sehingga harapannya melalui kegiatan Kuliah Tujuh menit ( Kultum) ini pondok Pesantren KH. Ahmad Dahlan mampu mencetak Para Dai yang mencerahkan dan membantu persoalan terkait keagamaan ketika berada di masyarakat Sehingga terwujudlah visi dan misi Pondok Sebagai Pusat Pengkaderan Persyarikatan dan Umat . (Humas/SDA/YK)