0 menit baca 0 %

Kultum Jum'at Pagi, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Tengah Sampaikan Pentingnya Menjaga Kebersihan Hati

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) - Lasmiadi penyuluh agama Islam KUA Kecamatan Kuantan Tengah sampaikan tausyiah singkat dalam rangka pembinaan rohani pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi dan pegawai KUA Kecamatan Kuantan Tengah. Adapun acara tersebut dilaksanakan pada hari jum'at (14/02/2...

Kuansing (Kemenag) - Lasmiadi penyuluh agama Islam KUA Kecamatan Kuantan Tengah sampaikan tausyiah singkat dalam rangka pembinaan rohani pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi dan pegawai KUA Kecamatan Kuantan Tengah. 

Adapun acara tersebut dilaksanakan pada hari jum'at (14/02/2025) bertempat di Musholla Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi. Adapun susunan acara yang dilalui adalah: 

1. Pembawa Acara Jauharur Rizki 

2. Pembacaan Kalam Ilahi: Satriadi Sucipta 

3. Tausyiah Singkat : Ustazh Lamiadi  

4. Pembinaan oleh Kasubag TU H. Bakhtiar Shaleh 

Dalam tausyiahnya Lasmiadi menyampaikan berkenaan tentang ´´Hati adalah Cerminan Batin´´.  

Pertama , Beban-beban Syariat yang dibebankan kepada manusia ada dua kategori yaitu " beban yang bersifat lahiriah berupa perintah seperti sholat, puasa, zakat, haji dan sebagainya dan berupa larangan seperti berzina, mencuri, merampok dan sebagainya," terang Lasmiadi.

" Kemudian beban yang bersifat batin berupa perintah seperti beriman kepada Allah, beriman Kepada Malaikat, Kitab-kitab Allah, Rasul dan juga tatkala pentingnya Ikhlas, sabar, tawakkal dan lain sebagainya. berupa larangan seperti ada sifat sombong, iri, dengki dan lain-lain," lanjutnya.

Hati merupakan cerminan batin karena itu baik buruknya perbuatan manusia bersumber dari hati maka Lasmiadi mengajak jemaah untuk selalu menjaga hati guna menjadikan pribadi yang lebih baik. 

" Mari kita jaga hati dengan cara selalu berzikir kepada Allah SWT," ajaknya. 

Sedangkan pembinaan yang disampaikan oleh H. Bakhtiar Shaleh adalah:

Pertama, pekerjaan yang mendesak di institusi dari pusat untuk efisiensi anggaran sehingga membuat banyak kegiatan yang terkendala maka dituntut kepada pegawai penghematan energi.    

Kedua, pengarsipan dengan baik dan jelas supaya tidak ada celah untuk penggugatan. Seperti kejelasan kepemilikan tanah wakaf dan arsip kantor lainnya.  

Ketiga, selesaikan SKP guna untuk memudahkan bila ada ada keperluan data dikemudian hari.

" Tiga hal ini agar betul -betul menjadi perhatian kita semua, supaya kita sukseskan. Karena ini adalah tanggung jawab kita bersama," tutup H. Bakhtiar. (Las/N/Inmas KT)