Kuansing (Kemenag) - Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kuantan Tengah Ernawati sampaikan kultum pada Hari Jum'at 17 Rajab 1446 H bertepatan dengan tanggal 17 Januari 2025 di Musholla Al- Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi.
Adapun rangkaian acara yang dilalui adalah:
1. Protokol JailinÂ
2. Ayat suci Al-Quran Rispi
3. Ceramah agama oleh Ernawati
4. Pembinaan Pegawai oleh Bapak Kasi Pakis Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi H. Bahrul Aswandi .
Jamaah yang hadir saat acara tersebut seluruh pegawai Kantor Kementerian Agama Kuantan Singingi dan Pegawai Kantor Urusan Agama Kecamatan Kuantan Tengah berkisar 70 orang.
Sedangkan Tausiyah yang disampaikan Ernawati berkenaan tentang " Empat tipe Keluarga di dalam Al-Qur'an" sebagaimana yang dijelaskan diantaranya dalam surat At-tahrim ayat 10 dan 11 yaitu :
Pertama, keluarga nabi Nuh AS dan Nabi Luth AS, Suami yang sholeh dan istri serta anak yang ingkar kepada Allah SWT.
Kedua, keluarga Fir'aun dan Asiyah, suami yang ingkar kepada Allah SWT dan istri sholehah, akan tetapi bisa mendapatkan anak yang sholeh, karena ternyata dominannya didikan dan bimbingan seorang ibu yang sholehah terhadap anak mampu melahirkan seorang anak yang sholeh.Â
Ketiga, Keluarga Abu lahab, suami istri sama-sama ingkar kepada Allah SWT.Â
Keempat, Keluarga Nabi Ibrahim as, Suami dan istri sama Sholeh/hah taat kepada Allah SWT dan lahirlah keturunan yang sholeh.Â
" Dari empat tipe tersebut, tentu kita inginkan keluarga yang sempurna yaitu suami, istri dan anak yang sholeh dan sholehah," ungkap Ernawati.
" Semoga kita semua dapat menggapai keluarga yang sempurna tersebut," tambahnya.
Setelah tausyiah kegiatan dilanjutkan pembinaan pegawai oleh H. Bahrul Aswandi Kasi Pakis Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi beliau berpesan diantaranya adalah:Â
Pertama , Jadikan wirid sebagai kebutuhan dalam rangka membina rohani.
" Ini adalah wadah bagi kita pegawai kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi untuk bersilaturahmi, menimba ilmu dan mengisi rohani," tuturnya.
Kedua, agar semua pegawai menjadi pelayan ummat yang ikhlas bekerja.
" Kita adalah pelayan yang melayani masyarakat, jangan terbalik, kita pula yang ingin dilayani oleh masyarakat," kata Bahrul mengingatkan.
Ketiga, tingkatkan kedisiplinan.
" Disiplin adalah kunci kemajuan dalam segala hal," tegas Bahrul.
Di penghujung pembinaan yang disampaikan Bahrul Beliau mengajak pupuk kebersamaan, " jalin komunikasi yang baik dan jaga nama baik Kementerian Agama dimana saja berada," tutup Bahrul. (Las)Â