0 menit baca 0 %

Kultum Santapan Rohani Malam Ramadhan, Kepala KUA Kec. Rengat Barat H. Arifin, S.Ag Sampaikan Zakat Fitrah

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Pada bulan Ramadhan, umat Islam tidak hanya dianjurkan memperbanyak ibadah di siang harinya saja, malam hari pun juga dianjurkan, diantaranya melaksanakan shalat sunnah tarawih dan witir setelah shalat Isya .Sebelum shalat tarawih, biasanya ada ceramah yang disampaikan denga...

Indragiri Hulu, (Inmas). Pada bulan Ramadhan, umat Islam tidak hanya dianjurkan memperbanyak ibadah di siang harinya saja, malam hari pun juga dianjurkan, diantaranya melaksanakan shalat sunnah tarawih dan witir setelah shalat Isya’.

Sebelum shalat tarawih, biasanya ada ceramah yang disampaikan dengan ringkas dan padat atau yang lebih akrab dikenal dengan nama kultum (kuliah tujuh menit) dengan beragam tema yang dapat menambah pengetahuan/pemahaman tentang keagamaan Islam sekaligus untuk peningkatan keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT.

Menurut Imam Nawawi, shalat tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) pada bulan Ramadhan, dan waktunya adalah setelah shalat Isya’. Shalat tarawih juga dianjurkan untuk berjamaah di tempat-tempat yang ramai, seperti masjid dan mushala, karena merupakan bagian dari syiar Islam yang harus ditampakkan. Beberapa hikmah shalat tarawih diantaranya, shalat sunnah paling utama; diampuni dosanya yang telah lalu; shalat tarawih berjamaah seperti qiyamul lail semalam penuh; meningkatkan silaturrahmi dan ukhuwah Islamiyah; serta menyehatkan jasmani dan rohani.

Sabtu 30 Maret 2024 M/19 Ramadhan 1445 H, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Pasir Penyu H. Arifin, S.Ag., MH mengisi kultum santapan rohani malam ramadhan menjelang shalat tarawih & witir di Masjid Nurul Amal, Komplek Perkantoran Bupati Inhu, Pematang Reba, Kec. Rengat Barat. Tema/judul: Zakat Fitrah.

“Kewajiban di bulan Ramadhan bagi umat Islam selain berpuasa adalah menunaikan zakat fitrah. Zakat fitrah adalah zakat yang wajib ditunaikan bagi seorang muzakki yang telah memiliki kemampuan untuk menunaikannya sekali dalam satu tahun, yaitu saat bulan Ramadhan menjelang hari raya Idul Fitri. Ketentuan jumlah zakat fitrah adalah sebesar satu sha' atau nilainya sama dengan 2,5 kilogram beras, gandum, kurma, sagu, atau makanan pokok lainnya sesuai dengan daerah masing-masing. Tujuan mengeluarkan zakat fitrah adalah menyucikan diri dan harta yang dimiliki serta menyempurnakan serangkaian ibadah yang telah dilakukan di bulan Ramadhan. Tidak sempurnalah keislaman seorang muslim yang mampu jika tidak mengeluarkan zakat fitrah. Selain itu, zakat fitrah juga untuk menunjukkan kepedulian kepada orang-orang yang kurang beruntung untuk berbagi kebahagiaan di Hari Raya Idul Fitri”, demikian rangkaian kultum yang disampaikan H. Arifin.(tulang)