Kuansing (Kemenag) - Minggu 26 Januari 2025 Dalam upaya meningkatkan pemahaman umat Islam tentang pentingnya zakat, infak, dan sedekah sebagai bagian dari ibadah dan solusi sosial, Ustadz Muhammad Isam, Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, menyampaikan kuliah tujuh menit (kultum) subuh di Surau Nurul Jadid, Desa Kampung Baru, Kecamatan Sentajo Raya.
Kegiatan ini dihadiri oleh jamaah subuh setempat yang sangat antusias menyimak pesan-pesan agama yang disampaikan. Dengan tema "Zakat, Infak, dan Sedekah: Pembuka Pintu Rezeki oleh Allah SWT", Ustadz Muhammad Isam mengupas makna mendalam dari ketiga bentuk amal tersebut, disertai dengan penjelasan ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits Nabi Muhammad SAW.
Dalam ceramahnya, Ustadz Muhammad Isam menjelaskan bahwa zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar kewajiban atau anjuran dalam Islam, melainkan juga bentuk kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya.
" Zakat adalah kewajiban yang ditetapkan bagi Muslim yang mampu, sementara infak dan sedekah bersifat sunnah, tetapi memiliki keutamaan besar," terangnya.
Beliau mengutip firman Allah SWT dalam surah Al-Baqarah ayat 261:
"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap-tiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui."
Ayat ini, menurut Ustadz Muhammad Isam
" menegaskan bahwa setiap harta yang dikeluarkan di jalan Allah tidak akan berkurang, melainkan justru menjadi jalan keberkahan yang melimpah," ungkapnya.
Beliau juga menyampaikan hadits Rasulullah SAW yang berbunyi:
"Sedekah tidak akan mengurangi harta. Allah akan menambah kemuliaan kepada hamba yang bersikap pemaaf, dan tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan meninggikan derajatnya." (HR. Muslim)
" Hadits ini menunjukkan bahwa sedekah adalah sarana untuk meningkatkan keberkahan harta dan membuka pintu rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka," ungkapnya.
Selain membahas keutamaan pribadi, Ustadz Muhammad Isam menekankan pentingnya zakat sebagai solusi sosial dalam mengatasi kesenjangan ekonomi. Zakat, jika dikelola dengan baik, dapat menjadi sarana untuk membantu kaum dhuafa, fakir miskin, dan mereka yang membutuhkan.
" Dengan demikian, zakat tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial," tuturnya.
Di akhir kultum Ustadz Muhammad Isam mengajak jamaah untuk senantiasa bersemangat dalam berzakat, berinfak, dan bersedekah. Beliau mengingatkan bahwa kekayaan sejati bukanlah seberapa banyak harta yang dimiliki, melainkan seberapa banyak manfaat yang diberikan kepada orang lain.
"Jadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai bagian dari hidup kita. Jangan takut miskin karena berbagi, karena Allah SWT telah menjamin bahwa setiap harta yang dikeluarkan di jalan-Nya akan diganti dengan keberkahan yang lebih besar," tutupnya.
Jamaah Surau Nurul Jadid menyambut baik kultum yang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Isam. Salah seorang jamaah, Bapak Hasan, menyatakan bahwa ceramah ini memberikan motivasi untuk lebih banyak berbagi kepada sesama.
“Kami sangat bersyukur mendapatkan pencerahan seperti ini. Semoga menjadi pengingat bagi kami untuk tidak ragu berinfak dan bersedekah,” ungkapnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Desa Kampung Baru untuk lebih aktif dalam mengamalkan zakat, infak, dan sedekah, sehingga tercipta masyarakat yang lebih sejahtera dan diberkahi oleh Allah SWT.(RDW)