0 menit baca 0 %

Kultum Subuh Ke 16 Ramadhan Ka KUA Tambusai Angakat Tema Sandiwara Dihadapan Allah

Ringkasan: Rokan Hulu ( Inmas ) Sandiwara dihadapan Allah merupakan tema yang diangkat Kepala KUA Tambusai dalam Kultum subuh yang dilaksanakan di Masjid Jamik Dalu dalu, Selasa (27/04).Setiap orang mengaku beriman dan iman pertama yakin adanya Allah, bahwa Allah maha melihat lagi maha mengetahui setiap inci d...

Rokan Hulu ( Inmas ) – “Sandiwara dihadapan Allah” merupakan tema yang diangkat Kepala KUA Tambusai dalam Kultum subuh yang dilaksanakan di Masjid Jamik Dalu – dalu, Selasa (27/04).

Setiap orang mengaku beriman dan iman pertama yakin adanya Allah, bahwa Allah maha melihat lagi maha mengetahui setiap inci dari gerak gerik tubuh kita, tetapi kenapa kita tidak mampu menahan diri kita untuk tidak bersandiwara dihadapan Allah. Apakah hati kita buta? pasti setiap kita dengan sadar mengatakan bahwa hati kita tidak buta, sebagai bukti bahwa kita masih bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang merugikan diri sendiri dan mana merugikan orang lain, 

Dan tau dengan akal Sehat bahwa perbuatan ini dan itu haram dalam ajaran agama dan merusak untuk diri sendiri dan orang lain Kenapa masih diperturutkan? Mungkin bisa jadi antara kesadaran dan godaan dunia yang ada dalan dirinya tidak seimbang, kesadarannya akan kebenaran hanya 30 % itu pun diabaikan dan sedangkan hawa nafsu dan godaan dunia 70 % itu diperturutkan.

Maka, wajar setiap kita mengaku hatinya tidak mati dan akalnya waras karena Ia mempunyai kesadaran dan akal yang waras tetapi kewarasan akal dan hatinya hanya 30% sedangkan hawa nafsu dan godaan dunia 70 %, Dan jangan heran, setiap kita akan tetap kalah dalam menghadapi hawa nafsu dan godaan dunia karena kesadaran kita hanya 30 % itu pun diabaikan dan pada saat itu sandiwara itu berperan, hidup hanya kepura-puraan.

Jadi apa yang salah sebenarnya? Mungkin bisa jadi kesadaran yang telah Allah tanamkan dalam hati kita tidak kita pupuk dengan iman dan ibadah, agar dengan ibadah itu Allah menguatkan hati kita untuk tidak melakukannya.

Cek kembali niat, apakah sudah total untuk Allah dan apakah sudah kita lakoni sesuai kehendak Allah dan Sudah berusaha total hanya untuk Allah tetapi masih jatuh juga dalam kubangan dunia, kenapa masih bisa terjadi? 

Karena Hidayah kesadaran dan akal yang waras 30% tersebut tidak kita turuti, kita abaikan dan kita biar menguap, sehingga kita anggap sandiwara itu kebiasan sambil mentertawakannya. Bisa jadi kita tidak sabar, padahal Allah telah memerintahkan kita untuk sabar dalam menghadapi hawa nafsu dan godaan dunia. Dan sesungguhnya kesadaraan yang muncul dalam hati kita merupakan hidayah paling besar, dengan cara itu Allah mengingatkan dan memberitahukan kita.

Beruntung bagi yang memperturutkannya dan merugi bagi yang mengabaikannya dan tidak memupuknya dengan sabar dan sholat. Ingat, Allah itu maha adil tidak mungkin Allah memberikan cobaan dan godaan sebelum memberikan petunjuk dan arahan Yang mana petunjuk itu Allah diletakkan dalam hati sanubari kita, yang dikenal dengan hati nurani, dan tinggal kita bawa ke permukaan tubuh kita dalam bentuk tingkah laku dan perbuatan sesuai dengan yang dikehendakinya. Lakoni hidup ini sesuai kehendaknya itulah sandiwara yang sesungguhnya indah tanpa pura-pura.***(Tfk/Eel)