Dalam kunjungannya ke Kabupaten Indragiri Hulu, Kepala
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau H. Muliardi berkesempatan
mengunjungi MTs / MA Nurul Falah Kecamatan Air Molek, Senin (17/2/25). Dalam kunjungan
tersebut Ka. Kanwil didampingi Kepala
Kantor Kementerian Agama Kab. Indragiri Hulu, H. Darwison.
pada Senin, 17 Februari 2025. Kunjungan beliau
bertujuan untuk melaksanakan pembinaan guru MTs dan MA Nurul Falah. Turut Hadir
Dalam kegiatan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kab. Inhu, Hendriadi,
S.Ag, M.Pd.I, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, H. Syahril,
S.Ag, M.H dan Kepala Seksi Penyelenggaraan haji dan Umrah, H. A Razak, S.Ag,
M.Pd.
Kebijakan Kementerian Agama pada hari ini sudah
menerbitkan regulasi yang dibentuk oleh tiga kementerian, yakni regulasi
penetapan jam pelajaran di bulan suci ramadhan, dan Kegiatan Pembiasan di
Satuan Pendidikan.
Pembiasaan di Satuan Pendidikan ditujukan kepada
pendidikan karakter, jika kita mencerna lebih mendalam dan menyeluruh, banyak
sekali langkah pemerintah untuk mencoba menciptakan pendidikan karakter anak
bangsa.
Adapun beberapa karakter yang ditanamkan pada anak
- anak salah satunya adalah Bangun Pagi/Shubuh untuk melaksanakan Ibadah bagi
umat muslim. Untuk membangun karakter ini, guru harus mampu menentukan
instrumen yang akan dilakukan untuk mengukur berhasilnya pendidikan karakter.
Kedua karakter melaksanakan Ibadah sesuai agama dan
kepercayaan masing - masing, guru harus mampu menentukan barometer untuk
mengukur keberhasilan pendidikan karakter ini.
Ketiga adalah karakter gemar berolahraga, karakter
ini dapat dibentuk melalui kegiatan rutin disetiap sekolah seperti senam mapun
olahraga lainnya apapun bentuknya.
Keempat, Makan Bergizi. Banyak langkah yang dapat
dilaksanakan oleh guru, seperti mendorong membawa bekal dengan gizi seimbang.
Dapat pula dilakukan dengan mengkondisikan kantin.
Karakter kelima ialah gemar belajar, Hal ini perlu
peran guru untuk memotivasi anak agar mereka berkeinginan untuk menambah ilmu.
Keenam adalah karakter bersosialisasi, baik dengan
keluarga, teman maupun masyarakat.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa, guru merupakan
ujing tombak dalam menyelenggarakan pendidikan karakter. Guru merupakan tenaga
pendidik, yang harus mampu berinovasi untuk menciptakan pendidikan berkarakter
dan memiliki barometer yang tepat dalam mengukur keberhasilan pendidikan
karakter.