Indragiri Hulu (Kemenag) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rengat Barat menerima kunjungan dan silaturahmi dari konsultan Yayasan Pencegahan Kanker Nusantara, Nova Oktavia dan Nindi, pada Rabu (08/10/2025). Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala KUA Rengat Barat, Yusrianto, bersama Penyuluh Agama Islam Nurliza Wati dan Elfarni di ruang pelayanan KUA Rengat Barat.
Pertemuan ini menjadi langkah
awal kerja sama antara KUA dan lembaga kesehatan dalam upaya meningkatkan
kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan kanker melalui pendekatan
edukasi keagamaan. Melalui peran penyuluh agama yang aktif di tengah masyarakat,
pesan-pesan kesehatan diharapkan dapat tersampaikan lebih efektif dan menyentuh
aspek spiritual masyarakat.
Kepala KUA Rengat Barat,
Yusrianto, menjelaskan bahwa KUA memiliki peran strategis dalam mengedukasi
masyarakat, tidak hanya pada aspek keagamaan dan pernikahan, tetapi juga pada
isu-isu sosial dan kesehatan. “Kami menyambut baik inisiatif dari Yayasan Pencegahan
Kanker Nusantara. Melalui sinergi ini, kami berharap masyarakat bisa lebih
sadar pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari ibadah,” ujarnya.
Sementara itu, konsultan Yayasan Pencegahan Kanker Nusantara, Nova Oktavia, menyampaikan apresiasinya terhadap keterbukaan KUA Rengat Barat yang siap menjadi mitra dalam menyebarluaskan edukasi kesehatan.
“Kami ingin menggandeng lembaga keagamaan
karena pesan tentang kesehatan akan lebih mudah diterima bila disampaikan
dengan pendekatan moral dan spiritual,” katanya.
Kolaborasi ini rencananya akan
diwujudkan dalam bentuk penyuluhan terpadu di tingkat kecamatan, dengan
melibatkan tokoh agama, penyuluh, dan masyarakat. Kegiatan tersebut diharapkan
mampu meningkatkan kesadaran dini tentang pentingnya deteksi dan pencegahan
kanker, terutama bagi kalangan perempuan.
Langkah ini menunjukkan bahwa
KUA tidak hanya berperan dalam urusan pernikahan, tetapi juga menjadi pusat
pemberdayaan masyarakat, termasuk dalam hal kesehatan. Dengan sinergi lintas
sektor ini, diharapkan terwujud masyarakat yang tidak hanya religius, tetapi
juga sehat dan berdaya.
(Reski)