Kunjungan Kakanwil Kemenag Riau dan Rombongan ke Ponpes Assyifa Ul Islamiyah Desa Cahaya Baru Mandah penuh perjuangan. Menempuh sekitar 2 jam perjalanan Tembilahan- Belaras dengan menggunakan Speedboat yang dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 1 km untuk sampai ke Pesantren.
Rasa lelah Kakanwil dan rombongan terbayar dengan sambutan dan senyum suka cita pimpinan pondok, para uztad dan uztasah, serta ratusan santri yang menjalankan pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan yang cukup ketat. Hal tersebut wujud komitmen Kemenag Riau untuk pemerataan pembangunan
sektor pendidikan keagamaan, termasuk pondok pesantren. Tidak hanya
fokus di daerah perkotaan, tapi juga di daerah pelosok.
"Alhamdulillah rasa capek, lelah dan juga sedikit 'ngeri' karena untuk sampai kesini kita harus melintasi lautan dan ombak, bahkan saat masuk ke lokasi, speed juga harus melewati sungai kecil. Tapi semua terasa lepas saat bisa bertandang langsung dengan pimpinan, para guru dan santri," kesan Mahyudin.
"Tadi kita juga sudah menyerahkan bantuan pendidikan santri kurang mampu untuk 30 orang masing- masing Rp500 ribu. Semoga kehadiran kota disini dapat menjadi motivasi bagi santri kita untuk giat belajar agar kelak menjadi generasi emas Indonesia islami yang handal dalam berbagai bidang," tambahnya.
Ungkapan bahagia disampaikan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Assyifa Ul Islamiyah KH Tafsiruddin, S. Pd I. Kunjungan Kakanwil dan rombongan merupakan rekor tamu ter ramai yang pernah berkunjung ke Pesantren.
"Ini merupakan kunjungan yang luar biasa dan perdana bagi kami. Semoga ini membawa berkah, apalagi kedatangan Pak Kakanwil dan rombongan juga dalam rangka memberikan bantuan pendidikan bagus santri kurang mampu. Semoga ini bukan yang pertama, tapi akan menjadi jembatan bagi kami untuk dapat berkembang lagi," ucapnya bangga.
Sementara itu dalam sambutannya, Kepala Desa Cahaya Baru R Kairul Zuhri A Md, walau secara akses Desa Cahaya Baru jauh dan sulit dijangkau, namun secara pendidikan Desa Cahaya Baru unggul dibandingkan daerah lainnya yang ada di Mandah. Dimana, di daerah tersebut tersedia jenjang pendidikan mulai dari SD sampai SMA, termasuk PAUD dan Pondok Pesantren.
"Dengan kunjungan Kakanwil dan rombongan ke desa kami, semoga ini jadi jembatan dan Motivasi untuk anak- anak kami lebih giat belajar, agar pendidikan disini khususnya di pondok ini dapat lebih berjaya," harapnya.
Penyerahan bantuan pendidikan bagi santri kurang mampu langsung diserahkan oleh Kakanwil Kemenag Riau, diikuti Plt Kabid Penaiszawa H Fairus MA dan Kasi Pondok Pondok Pesantren dan Ma'ad Aly Dr HM Fakhri M Ag.
Pada kegiatan tersebut, Kakanwil juga menyerahkan cenderamata berupa buku profil Kemenag se Riau dan beberapa buku hasil karyanya kepada pimpinan pondok. Yang dibalas dengan pengalungan sorban Pimpinan Pondok kepada Kakanwil Kemenag Riau.
Turut serta dalam Kunker Kakanwil yaitu Kabid Pendidikan Madrasah Drs H Asmuni MA, Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Dr H Muliardi M Pd, Kasi Tenaga Kependidikan Dr Ilyas MA, Kasi Sistem Informasi dan PAI H Jasri SE M Pdi, Kasubbag Umum dan Humas Drs H Eka Purba M IKom dan tim lainnya.
Turut mendampingi dari Kankemenag Kabupaten Indragiri Hilir yang diwakili oleh Kasubag Tata Usaha Drs H Idrus M Pd, dan Kasi- kasi pada Kemenag Inhil. (mus/faj/ekap)
Kunjungi Pesantren Pelosok di Inhil, Kakanwil Serahkan Bantuan dan Motivasi Santri Jadi Generasi Islami yang Handal
Ringkasan:
Indragiri Hilir (Inmas)- Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA melakukan monitoring sekaligus menyerahkan bantuan pendidikan dari Baznas Riau untuk 30 santri Pondok Pesantren Assyifa Ul Islamiyah Dusun Telaga Desa Cahaya Baru Mandah Kabupaten Indragiri Hilir, Selasa (23/3/2021).
Indragiri Hilir (Inmas)- Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA melakukan monitoring sekaligus menyerahkan bantuan pendidikan dari Baznas Riau untuk 30 santri Pondok Pesantren Assyifa Ul Islamiyah Dusun Telaga Desa Cahaya Baru Mandah Kabupaten Indragiri Hilir, Selasa (23/3/2021).