Meranti(Kemenag)- MAN 2 Kepulauan Meranti kembali membuktikan komitmennya dalam menerapkan Kurikulum Merdeka melalui kegiatan yang inspiratif dan edukatif. Pada Kamis(22/5), madrasah ini menggelar kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamin (P5P2RA) dengan tema "Kewirausahaan: Menumbuhkan Kemandirian dan Kreativitas Sejak Dini Berbasis Kearifan Lokal Riau".
Bertempat dihalaman dan teras madrasah, kegiatan ini berlangsung meriah dengan menampilkan aneka produk kreatif dari para peserta didik, yang seluruhnya dibuat dengan memanfaatkan sumber daya lokal khas Riau. Stand-stand bazar yang berjejer rapi menjadi pusat perhatian pengunjung sejak pagi menjelang siang hingga sore hari.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kepulauan Meranti, H. Sulman. Dalam sambutannya, Sulman menekankan pentingnya membimbing siswa untuk memiliki jiwa wirausaha sebagai bagian dari penguatan karakter dan kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa.
“Jangan jemu untuk membimbing anak-anak dalam berwirausaha, karena ini merupakan salah satu penggerak perekonomian bangsa,” tegasnya.
Usai membuka acara, Sulman langsung meninjau stand bazar yang menjadi pusat kegiatan P5P2RA. Kepala Kantor didampingi oleh Pengawas Madrasah, Ketua PGRI, Kepala Madrasah dan Sekolah, Wali Siswa, Kepala Desa, serta sejumlah tokoh masyarakat dan pejabat lainnya. Mereka tampak antusias menyaksikan hasil karya siswa yang kreatif dan penuh nilai lokalitas.
Kamalia, selaku Koordinator P5P2RA untuk kelas X Fase E, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya fokus pada penjualan, tetapi juga mendidik siswa dalam memahami proses produksi secara utuh.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan nilai-nilai kewirausahaan kepada peserta didik sejak usia dini, sekaligus menanamkan pemahaman dan apresiasi terhadap potensi sumber daya alam dan budaya lokal Riau," jelas Kamalia.
Menurutnya, kegiatan ini mampu memupuk kreativitas dan inovasi peserta dididik.
“Melalui proyek ini, peserta didik diajak berkreasi dan berinovasi dalam menghasilkan produk atau jasa sederhana yang memiliki nilai ekonomi dan relevan dengan lingkungan sekitar. Semua proses dilakukan dengan pendekatan Project-Based Learning (PBL), dari ideasi, perencanaan produksi, hingga pemasaran produk,” tambahnya.
Dari pantauan di lokasi, para siswa terlihat sangat cekatan, terutama dalam mengolah pangan berbahan dasar sagu, salah satu bahan pangan khas Riau. Bau harum kue dan makanan ringan dari stand-stand bazar membuat para pengunjung betah berlama-lama mencicipi dan membeli produk yang ditawarkan.
Pengawas Madrasah, Surasman, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Kegiatan ini sudah cukup baik. Ini bisa menjadi modal usaha bagi anak-anak. Harapannya, semoga kegiatan ini tidak terhenti setelah proyek ini selesai,” ujarnya.
Menariknya, kegiatan ini tidak hanya berlangsung satu hari, melainkan akan menjadi bagian dari rangkaian panjang acara, dimulai dari pembukaan Turnamen MAN 2 CUP hingga penutupan turnamen nanti. Manajemen stand bazar akan terus dilaksanakan, memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara langsung bagaimana mengelola usaha secara amanah dan bertanggung jawab.
Salah satu peserta yang menjaga stand bazar, Putri Nabila, siswi kelas X, membagikan pengalamannya dengan penuh semangat.
“Awalnya saya gugup, takut produk saya nggak laku. Tapi setelah dikemas dengan menarik dan diberi nama yang unik, alhamdulillah banyak yang beli. Saya jadi tahu rasanya berdagang dan melayani pembeli. Kegiatan ini seru banget dan bikin saya ingin terus belajar usaha,” ungkapnya.
Dengan semangat kolaboratif antara guru, siswa, dan masyarakat, kegiatan P5P2RA di MAN 2 Kepulauan Meranti menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran bisa lebih bermakna ketika dihubungkan dengan kehidupan nyata dan kearifan lokal. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi madrasah lainnya dalam membangun generasi pelajar yang mandiri, kreatif, dan berkarakter. (Hms-DR)