0 menit baca 0 %

Lakukan Penyuluhan, PAI Tekankan Pentingnya Mensyukuri Segala Nikmat Allah Swt

Ringkasan: Rokan Hilir (Kemenag) - Dalam rangka memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat, Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Bangko Pusako, Ririn Hanifah, kembali melaksanakan penyuluhan keagamaan kepada Perwiritan Al-Muhajirin di Masjid Jam'i Nurul Muhajirin, Desa Karya Mukti, pada Jumat (10/10/2025) s...

Rokan Hilir (Kemenag) - Dalam rangka memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat, Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Bangko Pusako, Ririn Hanifah, kembali melaksanakan penyuluhan keagamaan kepada Perwiritan Al-Muhajirin di Masjid Jam'i Nurul Muhajirin, Desa Karya Mukti, pada Jumat (10/10/2025) sore. 

Dalam penyampaiannya, Ririn Hanifah mengangkat tema "Mensyukuri Segala Nikmat Allah Swt" sebagai refleksi penting bagi umat Islam untuk selalu menyadari betapa banyak karunia yang diberikan Allah dalam kehidupan sehari-hari.

"Begitu banyak limpahan rahmat dan kasih sayang yang senantiasa diberikan oleh Allah Swt dalam kehidupan kita sehari-hari. Oleh karena itu, sudah selayaknya kita senantiasa banyak bersyukur atas nikmat yang telah diberikan tersebut," ujar Ririn di hadapan jemaah.

"Setiap detik kehidupan yang kita jalani adalah nikmat. Sehat, waktu luang, keluarga, materi bahkan kesempatan untuk beribadah, semuanya adalah bentuk kasih sayang Allah SWT. Maka sudah seharusnya kita menjadi hamba yang pandai bersyukur," lanjutnya.

"Allah Swt memberikan nikmat kepada kita dengan sempurna, 24 jam sehari semalam Allah Swt tidak pernah lupa semenit bahkan sedetikpun memberikan karunia apa yang dibutuhkan oleh hamba-hambanya, oleh sebab itu marilah kita senantiasa mengingat untuk melafazkan kalimat tayyibah, yakni Alhamdulillahirobil alamin," serunya.

Lebih lanjut, Ririn Hanifah menegaskan bahwa rasa syukur merupakan perintah langsung dari Allah SWT yang memiliki janji dan konsekuensi yang jelas. Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Ibrahim ayat 7 sebagai pengingat bagi umat agar tidak lalai dalam mensyukuri setiap nikmat yang diberikan.

"Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Ibrahim ayat 7. Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu. Tetapi jika kamu kufur (ingkar), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih," ujarnya mengutip terjemahan ayat.

Ririn juga menjelaskan, rasa syukur tidak hanya diucapkan lewat lisan, tetapi juga harus tercermin dalam sikap dan perbuatan. Dengan bersyukur, seorang muslim akan hidup lebih tenang dan terhindar dari sifat kufur nikmat.

"Syukur itu bukan hanya dengan mengucap Alhamdulillah, tapi juga dengan menggunakan nikmat itu untuk kebaikan. Ketika kita diberi rezeki, gunakan untuk membantu orang lain. Ketika diberi waktu luang, gunakan untuk beribadah dan menuntut ilmu serta berbuat kebaikan lainnya," tambahnya.

Lebih mendalam, Ririn juga mengingatkan jamaah agar tidak hanya bersyukur dalam keadaan senang, tetapi juga saat menghadapi ujian dan kesulitan hidup. Karena, menurutnya, di balik setiap ujian selalu ada hikmah dan kasih sayang Allah SWT.

"Bersyukur dalam ujian menunjukkan kedewasaan iman. Sebab, orang yang bersyukur dalam kesempitan akan selalu melihat sisi baik dari setiap takdir Allah," ungkapnya dengan penuh kelembutan.

Kegiatan penyuluhan berlangsung khidmat dan interaktif jemaah tampak khusyuk mendengarkan dan sesekali mencatat pesan-pesan yang disampaikan, sebahagian jemaah mengajukan pertanyaan untuk memperdalam materi kajian yang dipaparkan. (RH/Humas)