Meranti (Kemenag) — Suasana khidmat menyelimuti halaman MTs Negeri 2 Kepulauan Meranti pada Senin pagi, 4 Agustus 2025. Seluruh guru, pegawai, dan siswa dari MTsN 2 Kepulauan Meranti, MAN 2 Kepulauan Meranti, serta madrasah di bawah naungan KKM turut hadir dan mengikuti Upacara Bendera secara tertib dan penuh perhatian.
Upacara kali ini terasa istimewa karena dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti, Drs. H. Sulman, yang bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, Sulman menyampaikan sejumlah pesan penting yang menyentuh isu sosial dan kesehatan di lingkungan madrasah.
Salah satu penekanan utama yang disampaikan adalah larangan keras terhadap praktik perundungan (bullying) dalam bentuk apapun.
"Kepada seluruh warga madrasah, saya tegaskan, dilarang keras melakukan kegiatan bullying. Ini bukan sekadar pelanggaran aturan, tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai kemadrasahan yang menjunjung tinggi akhlak, saling menghormati, dan kasih sayang,” tegas Sulman.
Sulman menambahkan bahwa bullying, baik secara verbal maupun fisik, dapat meninggalkan luka psikologis yang dalam dan sulit disembuhkan. Karena itu, menurutnya, madrasah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh siswa.
"Madrasah adalah rumah kedua kita. Jangan sampai ada yang merasa takut datang ke sekolah hanya karena ulah temannya sendiri,” sambungnya.
Selain menyoroti persoalan sosial, Sulman juga menyampaikan imbauan terkait pola konsumsi makanan di kalangan pelajar. Ia meminta siswa untuk lebih berhati-hati dan selektif dalam memilih makanan, khususnya terhadap jajanan dan makanan instan yang kini kian mudah diakses.
"Perhatikan makanan kalian, khususnya para siswa. Jangan biasakan mengonsumsi makanan instan. Meskipun terasa enak, efek buruknya tidak langsung terasa sekarang, tapi akan berdampak di masa depan,” ujarnya.
Sulman juga meminta pihak madrasah untuk turut mengawasi jajanan yang dijual di lingkungan sekolah, demi memastikan keamanan dan kebersihan makanan yang dikonsumsi oleh para siswa.
"Madrasah harus bertanggung jawab atas kesehatan anak-anak kita. Pastikan jajanan yang dijual itu sehat, higienis, dan aman dikonsumsi,” tambahnya.
Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah antara Kepala Kantor Kemenag Meranti dengan para kepala madrasah dan pengawas. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan tercipta, mencerminkan sinergi yang erat antar pemangku kepentingan pendidikan di lingkungan Kemenag.
Upacara bendera pagi itu bukan sekadar rutinitas, namun menjadi momentum refleksi dan pembinaan karakter. Pesan-pesan yang disampaikan diharapkan tidak hanya terdengar di telinga, tetapi mengakar dalam tindakan nyata di seluruh satuan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama Kepulauan Meranti. (M/N)