Kampar ( Kemenag )--Allah lebih mencintai hamba-Nya yang kuat dibanding hamba-Nya yang lemah (HR. Bukhari). Berangkat dari hadist tersebut, pihak Pondok membuka diri untuk membekali santri dengan beladiri Tapak Suci. Program ini bertujuan untuk membentuk karakter santri yang kuat, disiplin, dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Selain itu, beladiri juga melatih ketahanan fisik dan mental, yang sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari, Sabtu, 15/2/2025
Latihan ini dipimpin oleh Pendekar Tapak Suci Kabupaten Kampar, Pak Nurman, yang telah malang melintang di dunia persilatan di Kabupaten Kampar. Dengan pengalaman dan dedikasi yang dimilikinya, beliau membimbing santri untuk menguasai teknik-teknik dasar hingga lanjutan dalam beladiri Tapak Suci. Melalui latihan yang disiplin, para santri tidak hanya diajarkan gerakan fisik, tetapi juga nilai-nilai kejujuran, keberanian, serta semangat pantang menyerah.
Setiap Sabtu sore, santri Ibnu Jarir menjalani latihan rutin di sela waktu luang mereka setelah belajar dari Senin hingga Sabtu. Latihan ini menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh para santri karena memberikan kesempatan bagi mereka untuk meningkatkan keterampilan beladiri, membangun kekompakan, serta mempererat kebersamaan di antara sesama santri.
Selain aspek fisik, latihan beladiri Tapak Suci juga memiliki dimensi spiritual yang erat dengan nilai-nilai keislaman. Para santri diajarkan untuk mengedepankan sikap rendah hati, tidak sombong, serta menjadikan beladiri sebagai sarana untuk membela kebenaran dan menegakkan keadilan.
"Latihan beladiri melatih manusia untuk lebih kuat dan disiplin, tak ada cengeng dan lemah dalam kamus beladiri manapun," ungkap Pendekar Nurman. Dengan semangat yang tinggi, diharapkan para santri dapat mengaplikasikan nilai-nilai yang mereka pelajari dalam kehidupan sehari-hari, menjadi individu yang tangguh baik secara fisik maupun mental, serta tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip keislaman dalam setiap langkah mereka.( Fatmi/Cicy )