Kuok ( Kemenag )---Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kuok resmi meluncurkan tiga amal usaha baru sebagai bagian dari upaya memperkuat peran strategis Muhammadiyah dalam pemberdayaan umat. Kegiatan launching ini ditandai dengan penandatanganan sertifikat oleh tokoh-tokoh penting Muhammadiyah dan pemerintahan, serta dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar.
Penandatanganan dilakukan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Riau Dr. Sutarmo, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kampar Drs. Jasmi Yudo, Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Dr. Saidul Amin, MA, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar H. Fuadi Ahmad, SH, MAB, dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kuok Dr. H. Mendra Siswanto, M.Sy.
Kehadiran Kepala Kankemenag Kampar, H. Fuadi Ahmad, SH, MAB, menjadi bentuk dukungan nyata Kementerian Agama terhadap ikhtiar Muhammadiyah dalam membangun kemandirian umat dan mengembangkan amal usaha yang produktif.
Adapun tiga amal usaha yang diluncurkan antara lain:
1. Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) Uwaisy Kuok – Lembaga keuangan mikro berbasis syariah yang bertujuan membantu penguatan ekonomi umat, khususnya warga Muhammadiyah dan masyarakat Kuok pada umumnya.
2. Air Mineral Aisy Water Muhammadiyah Kuok – Produk air minum dalam kemasan yang dikelola secara profesional dan higienis, sebagai upaya kemandirian ekonomi cabang
3. Buletin Al-Munawwir – Media informasi dan dakwah yang diharapkan menjadi saluran komunikasi antara persyarikatan dan masyarakat, serta sarana edukasi keislaman dan keorganisasian.
Dalam sambutannya, Dr. Sutarmo menyampaikan bahwa hadirnya amal usaha ini merupakan implementasi nyata dari gerakan Muhammadiyah yang berpijak pada prinsip tajdid, kemandirian, dan pelayanan kepada umat.
Sementara itu, Dr. H. Mendra Siswanto menegaskan bahwa PCM Kuok siap menjaga amanah dan mengelola amal usaha ini secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan.
Dengan diresmikannya ketiga amal usaha tersebut, Muhammadiyah Kuok berharap dapat memberi kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi, pendidikan, dan dakwah di tengah masyarakat. ( Fatmi )