Pekanbaru (Inmas) Khairul Jaliisi Fiz Zamaani Kitaabun “Sebaik-baiknya Teman Di setiap saat Adalah Buku” kata mutiara dari peradaban islam. Mengenal kata buku erat kaitannya dengan penulis buku tersebut. Bahkan asalkan dengan buku, Wakil Presiden Pertama Indonesia Bung Hatta ia Bebas. Alhamdulillah, para guru di MTsN 3 Kota Pekanbaru menciptakan nuansa yang sangat kental dengan peradaban keilmuan umat manusia yaitu dengan melahirkan beberapa karya buku yang dapat dinikmati dan menjadi rujukan bagi murid dan kalangan masyarakat umum. Beberapa karya guru MTsN 3 Kota Pekanbaru yaitu Apa Jadinya Aku Tanpamu (Antologi Cerpen) dan Cerita Indah Di Detak Hati oleh Safridah, M.Pd dalam 2 bahasa Indonesia dan Inggris, Dialektika Akal dan Nafsu (Dalam Pemikiran Etika Al Mawardi) oleh Roza Delfia, M.Ag, TTS IPS dan Mengajar Daring (Kumpulan Artikel) oleh Dra. Efi Daswati Nasution, Cerita Kisah Kukunyah Dalam Diam (Antologi Puisi), Selebum Hilang Waktu, dan Siul-Siul oleh Elfitriyanti, S.Pd serta ada beberapa guru yang ikut berpartisipasi menulis karya-karyanya.
Disamping itu, sang guru penulis dari MTsN 3 Kota Pekanbaru juga menularkan hobi dan bakat menulisnya kepada peserta didiknya sehingga terbitlah gabungan cerpen dengan judul “ “Apa Jadinya Aku Tanpamu” oleh Salfa Insani Sifa, Mutia Apriliani, Faika Diahnisa, dan Hasbi Haris. Seluruh guru dan murid yang menerbitkan bukunya diberikan piagam penghargaan oleh Ka.KanKemenag, KasubBag TU Kemenag Kota Pekanbaru, dan Kepala MTsN 3 Kota Pekanbaru sebagai ucapan terimakasih atas prestasi dari karya-karya mereka tersebut. (Rizq)