0 menit baca 0 %

Lembaga Keagamaan Rohul Bahas Revisi Ranperda Zakat

Ringkasan: Rokan Hulu (Humas)- Kementerian Agama (Kemenag) bersama pengurus BAZ, pengurus MUI dan pimpinan Ormas Islam Kab Rohul melakukan pembahasan secara intensif draf Ranperda tentang Pengelolaan Zakat di Kab Rohul. Draf Ranperda Pengelolaan Zakat ini mengalami perubahan sehubungan dengan telah ditetapkann...
Rokan Hulu (Humas)- Kementerian Agama (Kemenag) bersama pengurus BAZ, pengurus MUI dan pimpinan Ormas Islam Kab Rohul melakukan pembahasan secara intensif draf Ranperda tentang Pengelolaan Zakat di Kab Rohul. Draf Ranperda Pengelolaan Zakat ini mengalami perubahan sehubungan dengan telah ditetapkannya UU Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, sebagai pengganti dari UU Nomor 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat. Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA di sela sela pembahasan draf Ranperda Zakat bertempat di aula kantor Kemenag Rohul, jalan Ikhlas Kompleks perkantoran Pemda Pasir Pengarayan, Senin (5/3/2012). Hadir dalam pembahasan tersebut Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Ketua BAZ Ir H Samrikardo MM, Ketua MUI Drs H Hasbi Abduh MAg, Sekretaris BAZ Elfalisman SAg, Bendahara BAZ H Erkat Siregar S.Sos, Ketua MDI Drs H Zulkifli Syarif MPdI, Ketua DMI H Abd Rahman Jailani SAg, Kasubag Agama Setda H Anizar SAg, Bagian Hukum Setda Erwinsyah, praktisi zakat Drs H Syahruddin MSy, dan yang lainnya. Menurut Kakan Kemenag Rohul, isi dari Ranperda itu adalah menyangkut pembentukan BAZ Kab Rohul, pengumpulan zakat, harta yang wajib dizakati, penyaluran zakat, pemberdayaan zakat, tata kerja BAZ, organisasi BAZ, kepengurusan BAZ, peranan BAZ dalam pengentasan kemiskinan, pelaporan, pendanaan, dan lain sebagainya. Draf Ranperda ini akan diserahkan kepada Bupati Rohul untuk selanjutnya diserahkan kepada DPRD Rohul pada tanggal 14 Maret 2012. Perda zakat akan memberikan legitimasi hukum yang lebih kuat tentang pengelolaan zakat. “Kita harapkan kesadaran masyarakat meningkat membayar zakat, khususnya zakat Maal (harta), sehingga dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan di tengah tengah masyarakat,” harapnya. (ash)