0 menit baca 0 %

Literasi Pagi Kamis: Qarina dan Intan Angkat Kisah "Tan Malaka, Pahlawan yang Terlupakan"

Ringkasan: Kampar (kemenag) - MAN 2 Kampar kembali melaksanakan kegiatan pembiasaan literasi pagi yang rutin digelar setiap hari Kamis. Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa-siswi untuk mengembangkan kemampuan literasi, membangun keberanian berbicara di depan umum, serta menumbuhkan kecintaan terhadap tokoh-to...

Kampar (kemenag) - MAN 2 Kampar kembali melaksanakan kegiatan pembiasaan literasi pagi yang rutin digelar setiap hari Kamis. Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa-siswi untuk mengembangkan kemampuan literasi, membangun keberanian berbicara di depan umum, serta menumbuhkan kecintaan terhadap tokoh-tokoh inspiratif bangsa.


Pada Kamis pagi, 31 Juli 2025, giliran kelas XII Datuk Tabano yang tampil sebagai pengisi acara. Dua siswi berbakat, Qarina Latifah dan Intan Nuraini, tampil membawakan kisah menarik tentang tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia yang sering dilupakan: Tan Malaka. Dengan penuh semangat dan percaya diri, keduanya menceritakan perjalanan hidup Tan Malaka sebagai pemikir, pejuang, dan nasionalis sejati yang memiliki peran penting dalam sejarah bangsa, namun namanya jarang disebut dalam buku-buku pelajaran.


Penampilan Qarina dan Intan mendapat apresiasi dari siswa lainnya maupun guru yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Banyak yang mengaku terinspirasi dan tertarik untuk mencari tahu lebih dalam tentang Tan Malaka, sosok yang dikenal dengan ide-idenya yang visioner dan perjuangannya melawan penjajahan melalui jalur pemikiran dan pergerakan.


Kegiatan literasi pagi ini dikoordinir oleh wali kelas secara bergiliran, sehingga seluruh siswa dari berbagai kelas memiliki kesempatan untuk tampil dan membagikan bacaan atau kisah inspiratif mereka. Selain melatih keterampilan berbicara dan menulis, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membangun budaya literasi yang kuat di lingkungan madrasah.


Dengan kegiatan seperti ini, MAN 2 Kampar terus berkomitmen untuk membentuk generasi muda yang cerdas, kritis, dan cinta terhadap sejarah bangsanya.



(zaipul)