0 menit baca 0 %

Lomba Nandung: Upaya Pelestarian dan Pengembangan Seni, Tradisi dan Budaya Melayu

Ringkasan: Indragiri Hulu (Kemenag) --- Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam, Rajuki Ridwan menghadiri undangan perlombaan Nandung yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan Kabupaten Indragiri Hulu pada Senin, 19 Agustus 2024 di Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Indragiri Hulu.

Indragiri Hulu (Kemenag) --- Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam, Rajuki Ridwan menghadiri undangan perlombaan Nandung yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan Kabupaten Indragiri Hulu pada Senin, 19 Agustus 2024 di Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Indragiri Hulu. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Indragiri Hulu diwakili Staff Ahli Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Joni Maryanto.

Mengusung tema Menidurkan Anak Dengan Nandung diikuti 26 pelajar dari SMP/MTs se Kab. Indragiri Hulu ini bertujuan menumbuhkan kecakapan literasi dan kecintaan terhadap budaya bangsa dan kearifan lokal melalui sastra lisan nandung.

Dalam sambutannya Bupati Indragiri Hulu, menyampaikan bahwa "Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu tetap berkomitmen terhadap upaya pelestarian dan pengembangan seni, tradisi dan budaya melayu melalui penyelenggaraan event-event seni budaya termasuk nandung yang hari ini kita selenggarakan. Tak lain adalah agar khasanah tradisi, seni dan budaya di Kab.Inhu"

Seni "Nandung" adalah salah satu bentuk seni tradisional lisan dari budaya Melayu, terutama dikenal di wilayah Sumatra, seperti Riau dan sekitarnya. Nandung biasanya dilakukan oleh para ibu atau orang tua sebagai bentuk nyanyian atau lantunan syair yang disampaikan secara berirama. Seni ini sering dihubungkan dengan kegiatan menidurkan anak atau sebagai sarana mendidik dan menanamkan nilai-nilai moral kepada generasi muda melalui syair-syair yang dinyanyikan.

Rajuki Ridwan berharap dengan perlombaan ini dapat menjaga budaya lokal untuk tetap dapat lestari. "Semoga kegiatan-kegiatan seperti ini dapat semakin banyak diadakan, sehingga anak-anak dapat mengenal seni daerahnya lebih dalam lagi" Ujar Rajuki Ridwan