Siak
(Kemenag) Jumat (3/8/2024) Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, dua
guru dari Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Siak, Abdullah dan Fajar
berkesempatan menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek)
terkait Implementasi Kurikulum Merdeka dan Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI).
Acara ini dibuka oleh Kyai Muhammad Mukhtasun selaku pengasuh Pondok Pesantren Sultan Syarif Qasim Bunga Raya dan dihadiri pula oleh seluruh majelis guru serta Kepala MTs Sultan Syarif Qasim. Kegiatan berlangsung dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB di Multi Purpose Room MTs Sultan Syarif Qasim Bungaraya.
Adapun materi yang disampaikan pada kegiatan ini dimulai dengan pretest menggunakan media Kahoot, yang bertujuan untuk mengukur pengetahuan awal peserta. Abdullah dan Fajar kemudian menyampaikan materi mengenai implementasi kurikulum merdeka dan fokus pembahasan P5PPRA. Kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif dan ice breaking untuk meningkatkan partisipasi. Selain itu, pemateri juga membahas pemanfaatan AI dalam pembelajaran, memberikan wawasan baru bagi para guru tentang bagaimana teknologi dapat diterapkan untuk meningkatkan efektivitas pengajaran.
Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi para peserta untuk tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga mempraktikkan penggunaan berbagai aplikasi AI dalam proses pembelajaran. Dengan contoh-contoh konkret, guru-guru diajak untuk memahami bagaimana AI dapat membantu mempermudah tugas mengajar dan meningkatkan kualitas pendidikan. Kegiatan ditutup dengan refleksi dan post test melalui Kahoot, serta pemberian kenang-kenangan dari Kepala Madrasah kepada para pemateri sebagai bentuk apresiasi atas ilmu yang telah diberikan. Sementara itu, Kepala Madrasah Sultan Syarif Qasim menekankan pentingnya Bimtek ini untuk meningkatkan kompetensi para guru dalam menghadapi tantangan pendidikan masa kini.
Acara ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mengimplementasikan praktik baik dalam dunia pendidikan, khususnya di lingkungan madrasah. Para peserta diharapkan dapat menerapkan ilmu yang didapat dalam proses pembelajaran sehari-hari, sehingga meningkatkan motivasi dan kreativitas siswa. Dengan semangat kolaborasi, guru-guru diharapkan dapat saling berbagi pengalaman dan pengetahuan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih inovatif.
Kegiatan Bimtek ini juga mencerminkan komitmen lembaga pendidikan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, terutama dalam memanfaatkan teknologi. Penggunaan AI dalam pembelajaran diharapkan tidak hanya memperkaya metode pengajaran, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan yang relevan di era digital saat ini. Dengan demikian, madrasah tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademis, tetapi juga siap bersaing dalam dunia kerja yang semakin kompetitif. (Humas MTsN 3 Siak/Ys/Fz)