Siak (Kemenag) - Sebuah pencapaian luar biasa tercatat dalam sejarah seni kaligrafi Indonesia. Salah seorang guru Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin Kecamatan Koto Gasib, Ustadz Herman Pelani turut serta dalam proyek monumental "Penulisan Mushaf Nusantara" yang berhasil memecahkan Rekor MURI.
Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka Hari Lahir (HARLAH) Lembaga Kaligrafi Al-Qur’an (LEMKA) yang ke-40 dan menjadi momen bersejarah bagi dunia kaligrafi Islam di Nusantara. Seperti disampaikan oleh Herman Pelani, keistimewaan Penulisan Mushaf Nusantara meliputi;
-Â Â Â Rekor MURI: Dicatat sebagai penulisan mushaf tercepat dengan partisipasi terbesar.
-Â Â Â Ditulis dalam waktu 10 jam secara serentak.
-Â Â Â Menampilkan 38 corak iluminasi nasional, mencerminkan keberagaman budaya Indonesia.
-Â Â Â Dikerjakan oleh 365 kaligrafer dari berbagai daerah.
-Â Â Â Dilaksanakan serentak di 30 provinsi di Indonesia.
-Â Â Â Disiarkan langsung melalui YouTube (Subdit MTQ Official).
Keterlibatan Herman Pelani dalam proyek ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pondok Pesantren dan masyarakat Kecamatan Koto Gasib. Beliau menunjukkan dedikasi tinggi dalam seni kaligrafi dan ilmu Al-Qur’an, membawa nama Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin ke panggung Nasional. "Ini adalah pengalaman yang luar biasa. Sebuah kehormatan bisa menjadi bagian dari sejarah dalam penulisan mushaf yang merepresentasikan keindahan Islam dan budaya Nusantara," ujarnya.
Keberhasilan ini mendapat apresiasi luas, baik dari kalangan pesantren, pecinta kaligrafi, hingga masyarakat umum. Diharapkan, prestasi ini semakin menginspirasi generasi muda untuk terus mencintai dan mengembangkan seni kaligrafi Islam. Selamat untuk Ustadz Herman Pelani dan seluruh peserta Penulisan Mushaf Nusantara atas pencapaian luar biasa ini. (JA/Hd)