0 menit baca 0 %

Luar Biasa, Kepala MAN 1 Kuantan Singingi Jadi Narasumber Seminar Nasional

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kuantan Singingi H. Suhelmon terpilih menjadi salah satu narasumber dalam Seminar Nasional Transformasi Perpustakaan dan marketing Informasi yang diselenggarakan oleh Universitas Lancang Kuning (UNILAK) di Pekanbaru Riau pada 18 Februari 2025.

Kuansing (Kemenag) – Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kuantan Singingi H. Suhelmon terpilih menjadi salah satu narasumber dalam Seminar Nasional Transformasi Perpustakaan dan marketing Informasi yang diselenggarakan oleh Universitas Lancang Kuning (UNILAK) di Pekanbaru Riau pada 18 Februari 2025. 

Seminar bertajuk “Membangun Perpustakaan Terakreditasi yang Inkluisif dan Berdaya saing global” ini dihadiri oleh Junaidi (Rektor Universitas Lancang Kuning), Unifah Rosyidi (Ketua Umum Pengurus Besar PGRI), Adolf Bastian ( Dekan Sekolah Pasca Sarjan Unilak sekaligus Ketua PGRI Riau), Hadira Latiar ( Kepala Perpustakaan dan Arsip UNILAK sekaligus Ketua FPPTI Riau), ratusan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia, yang mengikuti seminar ini secara daring, yang terdiri dari pendidik, mahasiswa, dan praktisi pendidikan, pustakawan dari masing-masing sekolah/madrasah/ instansi.

Dalam seminar tersebut, H. suhelmon memaparkan materi mengenai “ Best Practise Transformasi Perpustakaan Buya Ma'rifat Mardjani MAN 1 Kuantan Singingi”, yang membahas perjalanan perpustakaan MAN 1 Kuansing dari sistem konvensional menjadi sistem Digital, dan hal ini lah yang membawa perpustakaan Buya Ma'rifat Mardjani ini meraih juara 1 tingkat nasional pada lomba perpustakaan pada tahun 2023

Menurut H. Suhelmon, Mengapa perpustakaan harus bertranformasi? ' Ini dikarenakan perkembangan teknologi digital sangat pesat, meningkatkan aksebilitas, fasilitas dapat dijangkau secara luas, tuntutan kebutuhan pelajar dan pembelajar modern," ungkapnya.

Dalam pemaparan materi yang disampaikan oleh H. Suhelmon, Tranformasi layanan perpustakaan Buya Ma’rifat Mardjani meliputi: 

1. Digitalisasi ( Virtual reality, Virtual laboratory dengan VR) 

2. Aksebilitas ( akses untuk siswa / pengunjung Pustaka yang disabilitas, Multimedia, E book di website perpustakaan, akses personal computer, fasilitas internet, dll)

 3. Kemitraan ( MoU dengan UNILAK, MoU Dispersib Kab. Kuansing, Mou dengan Politeknik calttex Riau, dll), 4. Inovasi layanan ( 68 inovasi, seperti jalur literasi, bilik budaya Kuansing, kareto literasi, ibuku birthday, dll) 

" Dengan adanya transformasi perpustakaan tersebut memiliki dampak positif diantaranya meningkatnya minat baca Masyarakat, pembiasaan literasi, meningkatnya keterampilan riset ilmiah, peningkatan pada grafik kunjungan ke perpustakaan”, papar H. Suhelmon

Seminar ini juga diisi oleh narasumber lain yang berkompeten di bidangnya, seperti Made Ayu Wirayati, (Direktur Standarisasi dan Akreditasi Perpusnas RI), Aidin Bondar ( Deputi bidang pengembangan sumberdaya perpustakaan). 

Partisipasi Kepala MAN 1 Kuantan Singingi dalam seminar ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi civitas akademika madrasah, serta menjadi bukti bahwa madrasah pun berperan aktif dalam perkembangan dunia pendidikan di tingkat nasional.

“Perpustakaan mengajarkan kita bahwa dunia tak pernah kehabisan hal baru untuk dipelajari, dalam sunyi perpustakaan, pikiran berbicara dan imajinasi terbang setinggi-tingginya” tutup H. Suhelmon. (LZ)