Siak (Inmas) - Prestasi demi prestasi kembali diraih oleh guru madrasah Kementerian Agama Kabupaten Siak. Abdullah, S.Pd guru MTsN 3 Siak dan Sadri, S.Pd.I guru MAN IC Siak berhasil lolos seleksi Naskah Buku Cerita Anak untuk jenjang B3 usia 6-10 tahun. Pengumuman naskah terpilih penulisan dan penerjemahan cerita anak dwi bahasa kabupaten Siak tersebut di siarkan secara langsung melalui IG Balai Bahasa Provinsi Riau (Selasa, 20/05/2024). Dari 30 Penulis hebat cerita anak kabupaten Siak yang telah diseleksi naskah ceritanya, hanya Sembilan naskah yang dinyatakan lolos seleksi BPPR.
Kesembilan naskah tersebut adalah “Kantong Belanja Nek Yah” karya Abdullah, S.Pd (Guru MTsN 3 Siak), “Meriam Bambu Adam” karya Sadriadi, S.Pd.I (Guru MAN IC Siak), Arif Budiman dengan karyanya “Penyesalan si Dara”, Dini Ayu Draissiwi dengan karyanya “Layang-layang Atah Labu,” Lailatul Abidah dengan judul naskah “Gabus untuk Azura”, Parji lewat karya yang berjudul “ Ayo, Bermain Gasing”, Rina Fauziah melalui naskah buku cerita “Jempol dan Terompah Panjang Samwil”, Siti Sarifah dengan karyanya “Pupuk Kompos Ino”, dan Winda Harniati melalui naskah buku cerita anak “Ghatib Beghanyot untuk Do’a Tolak Bala”.
Balai Bahasa Provinsi Riau memberikan ucapan selamat dan tahniah kepada naskah terpilih Penulisan dan Penerjemahan Cerita Anak Dwibahasa Kabupaten Siak tahun 2024. Naskah terpilih telah diputuskan berdasarkan rapat tim penilai dari Balai Bahasa Provinsi Riau. Sebelumnya ke 30 penulis terpilih kabupaten siak yang diseleksi naskahnya terlebih dahulu telah melaksanakan Bimbingan Teknis Penulisan dan Penerjemahan Cerita Anak Dwibahasa Kabupaten Siak tahun 2024 tanggal 3–5 Mei 2024 bertempat di Meeting Room Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak.
Rangkaian kegiatan selanjutnya setelah terpilihnya Penulis Cerita Anak Dwibahasa ini adalah pemberian penghargaan kepada para penulis setelah naskahnya disunting oleh tim dari Balai Bahasa Provinsi Riau, kemudian pelaksanaan konsinyasi, dan yang terakhir uji keterbacaan.
Abdullah, S.Pd salah seorang guru madrasah yang naskahnya terpilih mengucapkan rasa syukur dan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu. “Alhamdulillah, saya tidak menyangka bisa lolos pada seleksi naskah cerita anak ini. Pada awalnya saya tidak tertarik ikut kegiatan Bimtek ini, namun atas Dorongan dari teman saya (Dewi Indarwati) yang mendukung saya untuk mengikuti Bimtek tersebut. Saya bersyukur, naskah saya yang berjudul “Kantong Belanja Nek Yah” berhasil lolos seleksi BBPR ini. Terimakasih besar untuk narasumber Pak Cik Afrizal yang menjadi sumber inspirasi saya menulis, dan Ibu Wulan Citra yang memberikan tips-tips seru membuat naskah cerita anak. Serta buat panitia, teman-teman peserta dan pihak-pihak lainnya yang telah mendukung,” tutup Abdullah sambil tersenyum.
Hal senada juga diungkapkan guru MAN IC Siak, Sadriadi, S.Pd.I yang juga naskah ceritanya lolos seleksi BBPR. “Senang dan kejutan besar bisa lolos seleksi ini. Terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung kami,” ujar Sadriadi.
Semoga apa yang diraih oleh kedua guru madrasah ini bisa menjadi motivasi bagi guru madrasah lainnya untuk terus berkarya. (Abd/Hd)