Bantan (Inmas) – Sebagai salah satu syarat kelulusan sisa kelas
XII, Madrasah Aliyah Daarussalam Pematangduku Timur melaksanakan ujian tahfidz pada
hari Ahad, 21 April 2024.
Ujian ini bukan hanya sekadar evaluasi kemampuan dalam menghafal
Al-Quran, tetapi juga sebagai bentuk komitmen dalam membentuk karakter siswa
yang berintegritas, berakhlak mulia, serta berprestasi secara akademik dan
spiritual. Ujian Tahfidz merupakan kegiatan rutin dan akan terus berkelanjutan
untuk menunjang semangat siswa dalam menghafal Al-qur’an.
“Semangat untuk yang hari ini melaksanakan ujian tahfidz, jangan
takut rugi dalam menghapal Al-Qur'an, karena kalian tahu pahala besar yang
disiapkan Allah SWT bagi yang berusaha menghafal Al-qur’an, setiap proses dan
usaha yang kita lakukan akan mendapatkan ganjaran pahala yang besar dari Alloh
SWT, Insya Allah mulai hari ini hingga tiga hari kedepan, siswa kelas XII akan
mengikuti ujian hafalan Al Qur'an (tahfiz)", Ujar Romodim selaku Kepala
MA Daarussalam saat ditemui di ruangan kepala
Madrasah.
Tujuan utama dari ujian ini tidak hanya melihat kemampuan hafalan,
namun menguji mental santri agar terasah, kuat, dan mampu menjadi lebih baik.
Sehingga kualitas hafalan yang dimiliki kuat. Tidak hanya sekadar menghafal,
ujian tahfidz ini juga menekankan pemahaman mendalam terhadap ayat Al-Quran
yang dihafal. Hal ini mencerminkan komitmen MA Daarussalam Pematangduku Timur dalam
menghasilkan generasi yang tidak hanya pandai secara akademik, tetapi juga
memiliki kepekaan terhadap nilai-nilai spiritual dan moral yang terkandung
dalam agama Islam.
Sebagai bagian dari persiapan ujian ini, para siswa telah menjalani
serangkaian pembinaan dan pelatihan tahfidz yang intensif selama mereka belajar
di MA Daarussalam ini. Guru-guru tahfidz memberikan bimbingan dan dukungan
kepada para siswa untuk mencapai prestasi terbaik dalam menghafal Al-Quran.
Ujian tahfidz kelas XII juga menjadi momen untuk mengukur sejauh
mana kemampuan siswa dalam mengaplikasikan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan
sehari-hari. Melalui proses tahfidz, siswa diharapkan tidak hanya menjadi
hafidz yang mampu menghafal dengan baik, tetapi juga menjadi insan yang
berakhlak mulia dan mampu menjadikan Al-Quran sebagai pedoman dalam setiap
tindakan dan sikap mereka.