0 menit baca 0 %

Madrasah Bukan Pilihan Kedua: Komisi VIII DPR RI Dukung Penguatan Pendidikan dan Infrastruktur MAN 1 Pekanbaru

Ringkasan: Riau (Kemenag)- Dalam rangka kunjungan kerja masa reses masa persidangan IV Tahun Sidang 2024 2025, Komisi VIII DPR RI melakukan kunjungan ke MAN 1 Pekanbaru, Sabtu (26/7). Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan keagamaan, khususnya madrasah, untuk menyuarakan aspirasi dan memp...

Riau (Kemenag)- Dalam rangka kunjungan kerja masa reses masa persidangan IV Tahun Sidang 2024–2025, Komisi VIII DPR RI melakukan kunjungan ke MAN 1 Pekanbaru, Sabtu (26/7). Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan keagamaan, khususnya madrasah, untuk menyuarakan aspirasi dan memperkuat eksistensi di tengah tantangan zaman.

Hadir dalam rombongan Ketua Komisi VIII DPR RI H. Marwan Dasopang, bersama anggota Achmad, Matindas Janusanti Rumambi, dan Selly Andriany Gantina. Turut mendampingi, Kakanwil Kemenag Riau H. Muliardi, Kabag TU Rahmat Suhadi, Kabid Penmad H. Jisman, Kepala MAN 1 Pekanbaru Norerlinda, Ketua Komite MAN 1 Pekanbaru H. Sutan Sjahrir, serta civitas madrasah.

Dalam pemaparannya, Marwan Dasopang menyebut bahwa pendidikan madrasah memiliki dua kekuatan utama yang tidak dimiliki lembaga pendidikan lain, yaitu kemampuan bersaing secara akademik dan kekuatan moral spiritual.

“Kami datang bukan sekadar menyapa, tapi menjemput aspirasi. Jangan menderita karena sekolah di madrasah, tapi banggalah karena justru madrasah punya keunggulan ganda yang tak tertandingi,” tegas Marwan.

Ia juga menyinggung pentingnya peningkatan kualitas guru melalui pemberian insentif yang layak, serta komitmen Komisi VIII terus memperjuangkan pembangunan dan penguatan lembaga pendidikan keagamaan. Termasuk menyelesaikan persoalan status lahan di MAN 1 Pekanbaru yang hingga kini belum rampung.

Anggota Komisi VIII, Achmad, menambahkan bahwa potensi dan peluang ekonomi berbasis keagamaan, seperti industri halal dan penyelenggaraan haji, harus diisi oleh lulusan madrasah yang berkompeten.

“Kalau tidak kita isi dengan kompetensi, akan diisi oleh orang lain. Bahkan saat ini lima perguruan tinggi ternama, termasuk UI, menerima mahasiswa tahfiz 20 juz tanpa tes, dengan beasiswa penuh,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Pekanbaru, Norerlinda, memaparkan kondisi madrasah yang terus berkembang. Dengan jumlah siswa lebih dari seribu dan tenaga pendidik serta staf sebanyak 123 orang, MAN 1 tetap menjadi favorit dengan jumlah pendaftar mencapai 2000 orang per tahun, meski hanya 400 yang bisa diterima karena keterbatasan infrastruktur.

“Kami punya banyak program unggulan, seperti Timur Tengah, Olimpiade, dan Multimedia dan lainnya. Namun, keterbatasan lahan dan fasilitas masih menjadi hambatan utama,” jelasnya.

Kakanwil Kemenag Riau, H. Muliardi, usai acara mengatakan, menyambut baik kunjungan Komisi VIII DPR RI dan menyampaikan apresiasi atas perhatian terhadap penguatan madrasah, khususnya di Riau.

“Kunjungan ini menjadi suntikan semangat bagi kami. MAN 1 Pekanbaru adalah madrasah potensial yang memiliki prestasi dan daya tarik luar biasa. Dukungan dari Komisi VIII sangat kami harapkan, terutama dalam percepatan penyelesaian persoalan lahan agar pembangunan bisa dilanjutkan secara maksimal,” ujarnya.

Kunjungan Komisi VIII DPR RI ini memberi harapan baru bagi MAN 1 Pekanbaru. Dukungan konkret terhadap infrastruktur dan kebijakan afirmatif diyakini akan memperkuat posisi madrasah sebagai lembaga pendidikan masa depan yang unggul dalam ilmu, iman, dan integritas.

Harapan besar juga disampaikan oleh Ketua Komite MAN 1 Pekanbaru, H. Sutan Sjahrir, yang menyoroti pentingnya percepatan pembebasan lahan yang sudah diupayakan sejak tiga tahun lalu.

“Potensi madrasah ini luar biasa. Dengan dukungan Komisi VIII, kami berharap perluasan lahan bisa segera terwujud demi menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Usai pertemuan di Aula MAN 1 Pekanbaru, Komisi VIII DPR RI dan rombongan melanjutkan agenda dengan meninjau langsung lokasi tanah dan bangunan MAN yang direncanakan untuk dilakukan pengembangan. Peninjauan ini menjadi langkah awal menuju percepatan realisasi pembangunan sarana dan prasarana demi mendukung peningkatan kualitas pendidikan di madrasah unggulan ini. (*)