Kampa ( Kemenag )---Di tengah hiruk-pikuk dunia pendidikan yang sering kali hanya menonjolkan capaian akademik, MAN 4 Kampar Plus Keterampilan justru melangkah lebih jauh: membina karakter, menanamkan kepedulian, dan membentuk santri yang siap hadir di tengah masyarakat. Hal ini dibuktikan melalui pelaksanaan kegiatan Fardhu Kifayah oleh siswa-siswi madrasah pada Selasa pagi (5/8/2025) di Dusun Padang Merbau Timur, Kecamatan Kampar Timur.
Tepat pukul 09.30 WIB, Tim Fardhu Kifayah MAN 4 Kampar tiba di rumah almarhumah Halimah, warga setempat yang wafat pagi itu. Dengan penuh ketenangan dan adab, para siswa melaksanakan prosesi keagamaan mulai dari memandikan jenazah, mengkafani, hingga menyalatkan, didampingi oleh guru pembina Herlina, S.Th.I. dan Nurhasni, S.Ag., serta tokoh masyarakat setempat.
โIni bukan sekadar praktik pelajaran fikih. Ini adalah dakwah sosial dan pengabdian yang sesungguhnya. Kami ingin siswa terbiasa terjun langsung dan hadir sebagai solusi bagi masyarakat,โ tutur Kepala MAN 4 Kampar Plus Keterampilan, Arjuniwati, S.Pd., M.Pd.
Menurut beliau, kegiatan ini merupakan pengejawantahan dari visi Madrasah Rasa Pesantren: unggul dalam ilmu, ramah dalam akhlak, dan terintegrasi dengan kehidupan masyarakat.
Salah satu guru pendamping, Nurhasni, S.Ag., menyampaikan kekagumannya atas kesiapan dan kedewasaan para siswa dalam melaksanakan tugas yang tidak mudah ini.
โMereka sigap, tidak canggung, dan memahami setiap tahapan fardhu kifayah dengan baik. Ini hasil dari pembinaan yang konsisten dan serius di madrasah,โ ungkapnya bangga.
Kehadiran tim dari madrasah ini juga mendapatkan sambutan haru dan apresiasi dari masyarakat. Beberapa warga bahkan menyatakan bahwa mereka baru kali ini melihat anak-anak muda sedemikian terampil dan santun dalam menjalankan prosesi keagamaan yang sakral.
โKami sangat tersentuh. Anak-anak ini tidak hanya tahu teori, tapi benar-benar mengamalkannya. Ini madrasah yang luar biasa,โ ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat.
Melalui kegiatan ini, MAN 4 Kampar menegaskan jati dirinya sebagai madrasah yang tak hanya mencetak generasi cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial. Sebuah langkah nyata dalam mewujudkan cita-cita besar menjadikan Kampar sebagai Negeri Santri.(kj/fatmi)