Kuansing (Kemenag)– Tradisi Magrib Mengaji di Surau Babul Khairat, Koto Cengar, Kecamatan Kuantan Mudik, masih tetap eksis dan berjalan dengan penuh semangat, meskipun suasana masyarakat mulai disibukkan dengan persiapan tradisi budaya Pacu Jalur yang akan datang.(18/08/2025)
Kegiatan Magrib Mengaji ini diikuti oleh sekitar 30 murid, baik putra maupun putri, yang dengan antusias meluangkan waktu sehabis shalat Magrib hingga selesai. Suasana penuh kekhusyukan tampak di dalam surau sederhana tersebut, di mana anak-anak duduk berkelompok sambil memegang Al-Qur’an dan buku Iqra’ untuk memperdalam kemampuan membaca Al-Qur’an.
Kegiatan ini didampingi langsung oleh Sukri, S.H, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kuantan Mudik, yang secara konsisten memberikan bimbingan kepada para murid. “Harapan kita kegiatan Magrib Mengaji ini bisa terus berjalan, agar generasi muda kita nantinya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan menjadikannya pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Sukri.
Meski berbagai aktivitas masyarakat mulai bergeser ke persiapan Pacu Jalur—sebuah tradisi budaya besar yang menjadi ikon Kabupaten Kuantan Singingi—namun semangat anak-anak untuk tetap mengikuti pengajian tidak surut. Hal ini menjadi bukti bahwa kegiatan keagamaan dan pelestarian tradisi bisa berjalan beriringan.
Kehadiran program Magrib Mengaji di Surau Babul Khairat juga mendapatkan apresiasi dari para orang tua murid. Mereka menilai, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk membentengi anak-anak dari pengaruh negatif sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan sejak dini.
Diharapkan, dengan konsistensi dan dukungan bersama, Magrib Mengaji ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga menjadi gerakan nyata dalam membentuk generasi Qur’ani di Kuantan Mudik.(SR)