0 menit baca 0 %

Magrib Mengaji: Gerakan Cinta Al-Qur’an di Desa Beringin Jaya Terus Bergema

Ringkasan: Kemenag (Kuansing)Beringin Jaya, Singingi Hilir Semangat mencerdaskan generasi Qur ani terus digaungkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Salah satunya melalui program Magrib Mengaji, yang kembali dilaksanakan pada Senin malam, 1 Sept...

Kemenag (Kuansing)Beringin Jaya, Singingi Hilir – Semangat mencerdaskan generasi Qur’ani terus digaungkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Salah satunya melalui program Magrib Mengaji, yang kembali dilaksanakan pada Senin malam, 1 September 2025 bertempat di Mushalla At-Taqwa, Desa Beringin Jaya, menjelang pelaksanaan salat Isya berjemaah.

Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam (PAI) Singingi Hilir, Apris Siaminingsi, menunjukkan konsistensinya dalam memberikan penyuluhan dan pendidikan baca tulis Al-Qur’an kepada anak-anak usia dini. Program ini difokuskan pada pemberantasan buta aksara Al-Qur’an, dimulai dari pengenalan huruf hijaiyah hingga tahapan pembelajaran Iqro.

Antusiasme Anak-Anak: Bukti Semangat Cinta Al-Qur’an

Suasana Mushalla At-Taqwa pada malam itu dipenuhi dengan keceriaan dan antusiasme anak-anak. Satu per satu mereka duduk bersaf rapi, membuka buku Iqro, dan mengikuti arahan PAI Apris dengan penuh semangat. Bagi sebagian besar dari mereka, kegiatan ini bukan hanya rutinitas belajar, tetapi juga menjadi waktu yang ditunggu-tunggu karena dibimbing dengan pendekatan yang ramah dan menyenangkan.

Program ini menjadi bagian dari upaya membentuk generasi muda yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

Harapan Orang Tua/Wali: Investasi Akhirat untuk Anak-Anak

Para orang tua dan wali murid yang hadir turut memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Mereka mengapresiasi langkah KUA dan penyuluh agama yang telah memberikan perhatian besar terhadap pendidikan keagamaan anak-anak.

 "Kami sangat bersyukur ada program seperti ini. Anak-anak jadi lebih semangat belajar mengaji. Kami berharap kegiatan ini terus dilanjutkan dan diperluas ke desa-desa lain. Ini adalah bekal dunia dan akhirat untuk anak-anak kami," ujar salah satu wali murid dengan haru.

Mereka juga berharap adanya dukungan fasilitas tambahan seperti buku Iqro, mushaf Al-Qur’an, dan alat peraga belajar lainnya agar proses pembelajaran lebih efektif.

Harapan PAI Singingi Hilir – Apris Siaminingsi

Sebagai ujung tombak lapangan, Apris Siaminingsi menyampaikan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat dalam membumikan Al-Qur’an, terutama di kalangan anak-anak.


> "Misi kita jelas: tidak boleh ada anak-anak kita yang tidak bisa membaca Al-Qur’an. Kita mulai dari hal kecil, dari mengenal huruf hijaiyah, belajar Iqro, hingga mereka fasih membaca dan memahami Al-Qur’an. Harapan saya, kegiatan ini tidak hanya berlangsung di Mushalla At-Taqwa, tapi menyebar ke seluruh desa di Kecamatan Singingi Hilir," ungkap Apris penuh semangat.

Apris juga menekankan pentingnya dukungan orang tua dalam mengawal proses pembelajaran anak-anak, baik di rumah maupun di mushalla.

Harapan Kepala KUA Singingi Hilir – Zulfikar Ali, S.Ag

Kepala KUA Singingi Hilir, Zulfikar Ali, S.Ag, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para penyuluh agama dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti Magrib Mengaji adalah bagian dari upaya strategis Kementerian Agama dalam membangun generasi Qur’ani.

 "Pendidikan agama adalah fondasi utama dalam membentuk karakter anak. Saya sangat bangga dan mendukung penuh kegiatan Magrib Mengaji yang dilakukan oleh PAI kita. Ini bukan sekadar pengajaran, tapi bagian dari jihad intelektual dan spiritual. Harapan saya, desa-desa lain bisa mencontoh apa yang dilakukan di Beringin Jaya," ujar Zulfikar Ali.

Ia juga menyampaikan rencana KUA untuk mengintegrasikan kegiatan serupa dalam program tahunan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat dan lembaga pendidikan.

Penutup: Menyemai Harapan di Waktu Magrib

Kegiatan Magrib Mengaji di Mushalla At-Taqwa Desa Beringin Jaya membuktikan bahwa dengan niat tulus dan kolaborasi yang kuat, program pemberantasan buta aksara Al-Qur’an bisa dijalankan secara efektif dan berkelanjutan. Melalui tangan-tangan penyuluh agama seperti Apris Siaminingsi dan dukungan masyarakat, Singingi Hilir terus menapaki jalan terang menuju generasi yang cinta Al-Qur’an, berilmu, dan berakhlak mulia.(MB)