Kuansing (Kemenag) - Pada 3 Februari 2025 Dalam upaya memberantas buta aksara Al-Qur’an di kalangan masyarakat, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Muhammad Isam, terus menggalakkan program Magrib Mengaji di surau Nurul Jadid Desa Kampung Baru Sentajo.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus membangun budaya membaca Al-Qur’an di waktu Magrib.
Menurut Muhammad Isam magrib mengaji bukan sekadar kegiatan membaca Al-Qur’an, tetapi juga sarana pembinaan keagamaan yang mengajarkan nilai-nilai Islam kepada anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.
“Kami ingin memastikan bahwa generasi muda memiliki keterampilan membaca Al-Qur’an dengan baik dan memahami maknanya, sehingga mereka dapat mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Program ini telah berjalan di berbagai masjid dan mushalla di Kecamatan Sentajo Raya, dengan partisipasi aktif dari masyarakat. Selain mengajarkan baca tulis Al-Qur’an, kegiatan ini juga mencakup pengajaran tajwid dan hafalan surat-surat pendek. Para penyuluh agama, termasuk Muhammad Isam, secara rutin memberikan bimbingan kepada peserta untuk memastikan mereka memperoleh pemahaman yang benar tentang bacaan Al-Qur’an.
Kepala KUA Kecamatan Sentajo Raya mengapresiasi inisiatif ini dan berharap program Magrib Mengaji dapat terus berkembang serta menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Dengan semangat kebersamaan dan dukungan dari semua pihak, kita dapat mewujudkan generasi Qur’ani yang cerdas dan berakhlak mulia,” katanya.
Program ini mendapat sambutan positif dari warga. Salah satu peserta Ahmad yang mengaku senang mengikuti Magrib Mengaji karena mendapat bimbingan langsung dari penyuluh agama.
“Dulu saya tidak bisa membaca Al-Qur’an, tetapi sekarang saya sudah mulai lancar. Saya ingin terus belajar sampai bisa membaca dengan baik,” ungkapnya dengan antusias.
Melalui program Magrib Mengaji, KUA Kecamatan Sentajo Raya berharap dapat mencetak generasi yang lebih religius dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan. Inisiatif ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan literasi keagamaan di Indonesia. (RDW)