Meranti(Kemenag)– Penyuluh Agama Islam Kecamatan Rangsang Pesisir bersama Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Kedaburapat bekerja sama menggelar kegiatan Pembinaan Remaja dan Anak Sekolah di Era Digital, Rabu (6/8/2025). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan pelajar tingkat SLTP dan SLTA serta remaja masjid se-Desa Kedaburapat.
Kegiatan yang berlangsung di balai desa ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pembekalan kepada generasi muda dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman, khususnya di era digital yang memiliki pengaruh besar baik dari sisi positif maupun negatif.
Empat narasumber dihadirkan untuk memberikan pembekalan dari berbagai aspek. Kepala Puskesmas Kedaburapat menyampaikan materi seputar kesehatan reproduksi dan usia subur, sementara Bhabinkamtibmas Desa Kedaburapat membahas bahaya narkoba di kalangan remaja.
Dari sisi keagamaan, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Rangsang Pesisir, Hardinata, menyampaikan materi tentang pergaulan bebas dan etika remaja di era digital.
"Di era digital seperti sekarang, remaja harus memiliki filter dalam bergaul dan bermedia sosial. Jangan sampai kecanggihan teknologi justru menyeret kita pada pergaulan yang melampaui batas norma agama dan sosial,” ujar Hardinata saat menyampaikan materi di hadapan peserta.
Sementara itu, penyuluh agama lainnya, Miftahul Jannah, mengangkat tema tentang pernikahan diniyang masih menjadi persoalan krusial di tengah masyarakat.
"Pernikahan dini seringkali berdampak pada putus sekolah, masalah ekonomi, hingga risiko kesehatan. Maka penting bagi remaja untuk mengetahui kesiapan fisik, mental, dan spiritual sebelum memutuskan menikah,” terang Miftahul Jannah dalam pemaparannya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar topik yang dibahas.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para remaja dan pelajar di Desa Kedaburapat memiliki pemahaman yang lebih luas tentang pentingnya menjaga diri, bersikap bijak dalam pergaulan, dan mampu memanfaatkan teknologi digital secara positif sesuai nilai-nilai agama dan budaya. (T)