0 menit baca 0 %

Mahasiswa KKN UMRI Akhiri Pengabdian di MTsN 3 Siak dengan Pembuatan Video Stop Bullying

Ringkasan: Siak (Kemenag) Senin, (08/09/2025), Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) kelompok 2B KKNMas 2025 resmi menutup rangkaian kegiatan pengabdian mereka di MTsN 3 Siak dengan sebuah karya yang inspiratif dan penuh makna: video pendek bertema Stop Bullying.

Siak (Kemenag) – Senin, (08/09/2025), Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) kelompok 2B KKNMas 2025 resmi menutup rangkaian kegiatan pengabdian mereka di MTsN 3 Siak dengan sebuah karya yang inspiratif dan penuh makna: video pendek bertema Stop Bullying. Kegiatan ini menjadi puncak dari kolaborasi antara mahasiswa dan warga madrasah yang telah berlangsung selama beberapa pekan. Video tersebut mengangkat isu perundungan yang masih kerap terjadi di lingkungan sekolah, sekaligus mengajak seluruh elemen pendidikan untuk membangun budaya saling menghormati, empati, dan keberanian untuk bersuara.

Dalam proses produksinya, siswa-siswi MTsN 3 Siak terlibat secara aktif, mulai dari penulisan naskah, pengambilan gambar, hingga penyuntingan akhir. Mereka berperan sebagai aktor, sutradara, dan tim kreatif, menjadikan proyek ini bukan hanya sebagai media kampanye, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran dan ekspresi diri. Melalui kegiatan ini, siswa belajar memahami dampak psikologis dari perundungan, serta pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif.

Kepala MTsN 3 Siak, Idris, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi mahasiswa KKN UMRI. “Kami sangat mendukung program-program yang membangun karakter siswa. Video ini bukan hanya karya seni, tapi juga pesan moral yang kuat: tidak ada lagi premanisme di sekolah. Madrasah harus menjadi tempat tumbuh, bukan tempat takut,” tegasnya.

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Subai’ah, menilai bahwa kegiatan ini memberi dampak nyata bagi siswa. “Anak-anak jadi lebih berani bicara, lebih sadar bahwa perundungan itu harus dihentikan. Ini bukan hanya proyek KKN, tapi gerakan bersama yang menyentuh hati,” ujarnya.

Senada dengan itu, Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Abdullah, menekankan bahwa pendekatan kreatif seperti ini sangat relevan dengan visi madrasah. “Kami ingin pembelajaran tidak hanya di kelas, tapi juga lewat karya nyata. Video ini adalah bukti bahwa pendidikan bisa menyentuh hati dan membentuk karakter,” katanya.

Ketua tim KKN kelompok 2B, Tengku Ibra Febrian, menyampaikan rasa bangganya atas kolaborasi yang terjalin. “Kami belajar banyak dari siswa dan guru MTsN 3 Siak. Semoga video ini bisa menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk berani bicara dan bertindak melawan bullying,” tuturnya.

Dengan semangat kolaboratif dan pesan yang kuat, MTsN 3 Siak dan mahasiswa KKN UMRI telah menutup pengabdian mereka dengan langkah yang berdampak—membangun madrasah yang bebas dari perundungan, penuh dengan nilai-nilai kebaikan, dan siap menjadi teladan bagi lingkungan pendidikan lainnya. (Abd/Hd)