0 menit baca 0 %

Mahasiswa Magang Belajar Langsung Peran Penyuluh Agama di KUA Mandau

Ringkasan: Mandau (Kemenag) Suasana aula  KUA Mandau pada Rabu (20/8/2025) tampak berbeda dari biasanya. Lima orang mahasiswa magang mendapat kesempatan istimewa untuk mengikuti bimbingan dan arahan langsung dari Penyuluh Agama Islam KUA Mandau, Pit Era Yenti.Dalam pertemuan tersebut, Pit Era Yenti menjelaska...

Mandau (Kemenag) – Suasana aula  KUA Mandau pada Rabu (20/8/2025) tampak berbeda dari biasanya. Lima orang mahasiswa magang mendapat kesempatan istimewa untuk mengikuti bimbingan dan arahan langsung dari Penyuluh Agama Islam KUA Mandau, Pit Era Yenti.

Dalam pertemuan tersebut, Pit Era Yenti menjelaskan secara rinci mengenai tugas, fungsi, serta peran penting penyuluh agama di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa penyuluh bukan sekadar memberikan ceramah, tetapi juga menjadi pendamping umat dalam berbagai persoalan keagamaan, sosial, hingga penguatan keluarga sakinah.

“Penyuluh agama itu ibarat jembatan. Kami hadir untuk mendekatkan masyarakat kepada pemahaman agama yang benar, sekaligus membantu mencarikan solusi terhadap masalah yang dihadapi umat. Jadi, tugas ini bukan hanya sekadar formalitas, melainkan amanah besar,” ungkap Pit Era Yenti di hadapan para mahasiswa.

Dalam sesi diskusi, para mahasiswa antusias mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari metode penyuluhan yang efektif, tantangan di lapangan, hingga pengalaman pribadi Pit Era Yenti saat mendampingi masyarakat. Diskusi berjalan hangat dan interaktif, membuat suasana pertemuan terasa akrab sekaligus penuh ilmu.

Salah seorang mahasiswa menyampaikan kesan positifnya setelah mengikuti bimbingan tersebut. Menurutnya, pengalaman ini membuka wawasan baru mengenai dunia penyuluhan yang selama ini hanya mereka kenal lewat teori perkuliahan. “Kami jadi tahu bahwa penyuluh tidak hanya bekerja di balik meja, tapi juga turun langsung ke masyarakat. Ini pengalaman berharga bagi kami,” ujarnya.

Pit Era Yenti berharap para mahasiswa magang dapat mengambil pelajaran dari pengalaman ini untuk bekal masa depan, khususnya jika kelak terjun langsung di bidang pelayanan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas, keikhlasan, dan kesabaran dalam menjalankan tugas.

Dengan adanya kegiatan ini, KUA Mandau tidak hanya menjadi pusat pelayanan administrasi keagamaan, tetapi juga wadah pembelajaran praktis bagi generasi muda yang ingin memahami dunia kerja secara nyata.