Pekanbaru (Kemenag)- Kamis 18 Juli 2024 mahasiswa yang sedang menjalani program magang di UIN SUSKA RIAU mendapatkan kesempatan istimewa dalam proses pendidikan mereka. Mereka menerima materi spesifik mengenai Fiqih Muamalah langsung dari seorang ahli, yaitu Penghulu muda Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan payung sekaki, kota pekanbaru yaitu Muhammad Idris.
Kegiatan yang diadakan di ruang pelaminan kantor KUA kecamatan payung sekaki, kegiatan tersebut bertujuan untuk memperluas pengetahuan dan pemahaman para mahasiswa tentang aspek hukum Islam dalam transaksi dan interaksi sehari-hari, yang seringkali menjadi perhatian utama dalam kehidupan masyarakat.
Dalam sesi yang berlangsung pada pukul 10.00 – 11.00 tersebut, Muhammad Idris, memberikan wawasan mendalam tentang prinsip-prinsip dasar fiqih muamalah yang berlaku dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan keuangan. Para mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk bertanya langsung dan berdiskusi mengenai aplikasi praktis dari materi yang diajarkan.
Menurut mahasiswa kehadiran Penghulu KUA Payung Sekaki tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga perspektif praktis yang sangat berharga bagi mahasiswa dalam menyongsong karir profesional menuju masa depan yang gemilang dan terbilang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkaya pengalaman belajar mahasiswa dengan menghadirkan praktisi yang berpengalaman langsung di lapangan. Materi yang disampaikan meliputi prinsip-prinsip dasar dalam hukum Islam yang berkaitan dengan transaksi, keuangan, dan interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sesi yang berlangsung tersebut, Muhammad Idris memberikan wawasan mendalam tentang aplikasi praktis dari konsep-konsep fiqih muamalah dalam berbagai konteks kehidupan modern. Para mahasiswa aktif berpartisipasi dengan bertanya dan berdiskusi, memperdalam pemahaman mereka serta merangsang pertukaran ide antara akademisi dan praktisi.
Menurut M.Imkamal, Razman Arif, Muhammad Gunawan selaku mahaisswa PKL kehadiran Penghulu KUA Payung Sekaki tidak hanya memperkaya kurikulum akademik, tetapi juga membantu mahasiswa mengembangkan pemikiran kritis dan analitis yang diperlukan di dunia kerja.
Program seperti ini diharapkan dapat terus memberikan manfaat yang besar bagi pengembangan akademik dan profesionalisme mahasiswa, serta meningkatkan pemahaman mereka akan nilai-nilai keagamaan yang menjadi landasan moral dalam kehidupan sehari-hari. Yang mampu menjawab persoalan tantangan zaman ditengah ummat dan masyarakat. (*)