Bantan (Kemenag) - Mahasiswa Pascasarjana UIN Suska Riau, Agus Reksi Adi Putra, melakukan kunjungan penelitian tesis ke Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bantan hari ini Selasa 27 Mei 2025. Dalam kunjungan tersebut, Agus mewawancarai Kepala KUA Kecamatan Bantan H. Nasuha, serta dua Penyuluh Agama Islam, Syafriadi, S.Pd.I dan Muhammad Khairul Fikri, S.Pd.
Penelitian ini merupakan bagian dari penyusunan tesisnya yang berjudul “Peran Masyarakat dalam Menanggulangi Perbuatan Mesum Ditinjau dari Hukum Islam dan Norma Sosial” yang sedang ia kerjakan di Program Pascasarjana Jurusan Hukum Keluarga, UIN Suska Riau.
Dalam wawancaranya. H. Nasuha menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat dalam menjaga moralitas lingkungan sangat penting, terutama dalam konteks kehidupan sosial yang semakin terbuka. "Kami dari KUA sangat mendukung penelitian seperti ini karena bisa mendorong penguatan peran keluarga dan masyarakat dalam membentengi generasi muda dari pergaulan bebas dan perbuatan yang menyimpang dari norma agama dan sosial," ungkapnya.
Sementara itu, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Bantan Syafriadi, S.Pd.I, menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pembinaan dan penyuluhan rutin di tengah masyarakat, baik melalui majelis taklim, khutbah Jumat, maupun kegiatan keagamaan lainnya. "Kami juga mengajak tokoh masyarakat dan pemuda untuk aktif mengedukasi dan mengingatkan sesama agar menjauhi perbuatan yang dilarang agama," katanya.
Muhammad Khairul Fikri, S.Pd, menambahkan bahwa peran remaja masjid dan komunitas dakwah juga sangat signifikan dalam meminimalkan tindakan mesum di lingkungan masyarakat. "Melalui pendekatan dakwah yang santun dan edukatif, kami berupaya membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga marwah sosial dan hukum agama," tuturnya.
Agus Reksi Adi Putra menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan hangat dan keterbukaan dari pihak KUA Kecamatan Bantan. "Informasi dan data yang saya peroleh hari ini sangat berarti dalam menyempurnakan tesis saya. Semoga hasil penelitian ini bisa menjadi kontribusi nyata dalam penegakan nilai hukum Islam dan norma sosial di tengah masyarakat," ujarnya.
Penelitian ini diharapkan
menjadi salah satu sumber ilmiah dalam merumuskan strategi yang efektif untuk
memperkuat peran masyarakat dalam menangkal perbuatan maksiat, serta mendukung
upaya pemerintah dan institusi keagamaan dalam mewujudkan lingkungan yang
bermoral dan religius.