0 menit baca 0 %

Mahyudin: MIN Harus Punya Ciri Khas

Ringkasan: Pekanbaru – (Humas) Ke depan, kita berharap supaya setiap Madrasah Ibitidaiyah (MI) memiliki ciri khas bila dibandingkan dengan Sekolah Dasar (SD). Salah-satu contoh, saat duduk di kelas empat atau lima, siswa MI sudah harus bisa menyolatkan jenazah atau kalau perlu mengapaninya.
Pekanbaru – (Humas) Ke depan, kita berharap supaya setiap Madrasah Ibitidaiyah (MI) memiliki ciri khas bila dibandingkan dengan Sekolah Dasar (SD). Salah-satu contoh, saat duduk di kelas empat atau lima, siswa MI sudah harus bisa menyolatkan jenazah atau kalau perlu mengapaninya. Hal itu disampaikan Drs. H. Mahyudin, MA, Plt. Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Riau saat upacara Khatam Alquran dan Perpisahan Kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pekanbaru di laman MIN 1, Rabu (29/5). “Untuk mewujudkan itu, semua komponen di MIN 1 harus bersatu padu. Mulai kepala sekolah, para guru dan karyawan serta wali murid harus saling bahu-membahu,” kata kabid Pendidikan Madrasah ini. “Selain itu, sempena khatam Alquran ini, kami mengajak kita semua untuk menyukseskan program Masyarakat Riau Maghrib Mengaji,” kata Mahyudin. “Salah-satu maksud program ini adalah, jangan kita hanya risau kalau ayam atau kambing tak balik kandang sewaktu magrib, tapi risau dan cemaslah kalau anak gadis dan anak bujang kita tak pulang ke rumah saat masuknya waktu magrib tersebut,” kata alumni pascasarna UIN Suska Riau ini. Sementara itu, kepala sekolah MIN 1 Pekanbaru, Drs. Marzai dalam kesempatan itu berharap supaya lulusan MIN 1 Pekanbaru ini bisa melanjutkan studi ke jenjang sekolah berikutnya, terutama sekolah favorit kemenag seperti MTSN Andalan Pekanbaru. “Saya harapkan anak kami yang lulus nantinya bisa masuk ke MTSN Andalan Pekanbaru karena basis pelajaran MTS itu sudah kita pelajari di sini. Apalagi MIN 1 dan MTSN Andalan sudah punya MOU, yaitu siswa rangking 1 sampai 5 akan diterima oleh MTSN Andalan,” kata Marzai. “Sayangnya selama ini MOU tersebut tampaknya belum berjalan sebagaimana mestinya,” lanjut Kepala Sekolah MIN 1 yang punya motto sekolah; Prestasi, Kreasi dan Pekerti ini. Untuk mendukung madrasah, Marzai juga berharap kepada seluruh pegawai dan karyawan Kementerian Agama untuk memasukkan anaknya ke madrasah. “Demi terciptanya generasi kita yang saleh, cerdas dan berkarakter, saya harap, pegawai Kemenag menjadi pelopor untuk memajukan madrasah ini,” lanjut Marzai berharap. Upacara perpisahan kelas 6 yang berjumlah 34 orang ini, selain dihadiri Plt. Kakanwil Menag Provinsi Riau Drs H Mahyudin MA, juga dihadiri Drs. H. Edwar S. Umar, Kepala Kementerian Agama Kota Pekanbaru. Acara diawali dengan khatam Alquran, pembacaan Asmaul Husna dan shalawat serta kumandang ayat Suci Alquran yang disajikan oleh siswa dan siswi MIN 1 Pekanbaru. (ghp).