Mandau (Kemenag) Majlis
ta lim 9 kelurahan Air Jamban menggelar kajian rutin bulanan bersama Nurleili
Lubis di mesjid Muhajirin jalan Tegal Sari Ahad, 27/07/2025. Turut hadir dalam
kegiatan tersebut ketua majlis ta lim mesjid Muhajirin Marniati dan anggota
majlis ta lim mata 9 sebanyak 150 orang jamaah.
Kegiatan ini diawali dengan
sambutan dari ketua majlis ta lim Muhajirin sebagai tuan rumah yang disampaikan
oleh Marniati. Marniati juga sebagai penyuluh agama islam KUA Mandau dalam
sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rutin dua
bulanan, mari kita jadikan sebagai ajang silaturrahmi karena kita terdiri dari
beberapa majlis ta lim yang tergabung. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini
ilmu kita semakin bertambah, silaturrahmi semakin erat dan bisa memberikan
manfaat untuk ummat, kata Marniati.
Dalam kegiatan tersebut
tausiyah yang disampaikan oleh Nurleili Lubis tentang bahaya ghibah. Sumber
pembahasan Suroh alhujurat ayat 11 dan 12 kemudian hadits berhubungan dengan
ghibah, hasad dan dengki.
Beliau menyampaikan bahwa ghibah ini sangat
berbahaya. Beliau mengutip apa yang disampaikan oleh Imam Algazhali dalam kitab
hidayatul bidayah dosa ghibah lebih berat 300 kali lipat dari berzina.
Selanjtnya ,dosa ghibah
ini sama dengan memakan bangkai saudaranya sendiri, tentunya kita jijik memakan
bangkai saudara sendiri, tak ada yang mampu, maka dari itu jauhilah ghibah ini.
Dosa ghibah ini juga menghapus pahala amal kebaikan kita, semakin banyak kita
menggibah seseorang maka semakin banyak amalan kita yang akan terhapus,
tentunya kita rugi, maka sekali lagi mari kita jauhi ghibah sejauh-jauhnya, apa
gunanya capek-capek kita ibadah tapi pahalanya kosong melompong jelas
Nurleili Lubis.
Dalam kesempatan tersebut
beliau memberikan trik agar bisa menjauhi ghibah. Pertama banyak bersyukur dan
belajar. Kedua buang jauh-jauh sifat yang tidak baik seperti su'udzon,
tajassus dan mencari aib orang lain.
Pengajian ditutup dengan doa
bersama dan sholat ashar berjamaah dilanjutkan dengan diskusi dan beramah tamah
di antara sesama jamaah.