Meranti(Kemenag)- Puncak acara Jambore On The Air dan Jambore On The Internet (JOTA JOTI) 2024 berlangsung meriah dengan Malam Api Unggun atau Camp Fire yang digelar pada Sabtu malam(20/10/2024). Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari dua pangkalan, yakni Gugus Depan (Gudep) 04.003 – 04.004 MAN 2 Kepulauan Meranti dan Gugus Depan SMP Negeri 3 Kepulauan Meranti. Sebanyak 13 anggota Pramuka dari MAN 2 dan 9 anggota dari SMP Negeri 3 turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Salah satu kegiatan utama yang menjadi daya tarik dalam JOTA JOTI tahun ini adalah interaksi global dengan Pramuka dari seluruh negara sedunia. Para peserta diberikan kesempatan untuk bertukar pengalaman terkait teknologi, budaya, dan sosial dengan rekan-rekan Pramuka dari luar negeri. Tidak hanya itu, mereka juga berpartisipasi dalam permainan internasional seperti Jambore Puzzle (Jampuz) dan berkomunikasi melalui saluran radio digital dengan peserta Jambore se-Dunia.
Jelang puncak acara, seluruh peserta melakukan Outbond di daerah Hutan pantai, sekaligus untuk persiapan acara malam dan pada puncak acara, Malam Api Unggun menjadi momen yang paling dinanti-nantikan. Para peserta menyajikan berbagai penampilan seni dalam acara Pentas Seni (Pensi), termasuk puisi, syair, yel-yel, dan penampilan kreatif lainnya. Kegiatan ini disiarkan langsung dan diliput oleh berbagai media, tidak hanya dari Indonesia tetapi juga dari negara-negara peserta JOTA JOTI 2024.
Gugus Depan MAN 2 Kepulauan Meranti mendapat kesempatan istimewa untuk berkontribusi dalam malam tersebut. Adika Nurul Fahira Agustin mempersembahkan puisi yang luar biasa, sementara Noraziyan Fitri memimpin renungan yang mendalam, menambah kekhidmatan suasana malam itu. Setiap penampilan dalam Pentas Seni mendapat apresiasi hangat dari peserta dan penonton, baik yang hadir di lokasi maupun yang mengikuti secara daring.
Kegiatan JOTA JOTI ini juga menjadi ajang evaluasi dan refleksi bagi para peserta dan penyelenggara. Dalam sesi penutupan, mereka saling berbagi kesan dan pesan mengenai pelaksanaan kegiatan selama beberapa hari. Noraziyan Fitri, salah satu peserta, menyampaikan rasa syukurnya atas suksesnya acara tersebut. “Alhamdulillah, acara ini telah usai dengan baik. Mudah-mudahan ikatan dan kerja sama yang terbentuk di sini bisa terus berlanjut, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kita melalui kegiatan Pramuka,” ujar Noraziyan.
Tak hanya itu, Mansurun, salah satu pembina, mengungkapkan harapannya agar JOTA JOTI dapat terus dikuti setiap tahun. “Harapan kami, acara JOTA JOTI ini bisa menjadi kegiatan tahunan yang dapat diikuti. Kegiatan ini sangat luar biasa dan memberikan banyak manfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan seluruh peserta,” kata Mansurun penuh semangat.
Malam Api Unggun tersebut menjadi simbol persatuan dan kebersamaan di antara peserta, meski berasal dari latar belakang dan negara yang berbeda. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana yang efektif untuk mengembangkan keterampilan dan wawasan global para anggota Pramuka, terutama dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin modern dan terhubung secara digital.
Dengan rangkaian kegiatan yang inspiratif dan meriah, JOTA JOTI 2024 berhasil memberikan pengalaman berharga bagi seluruh peserta, baik dari sisi pembelajaran teknologi, sosial, maupun budaya. Malam Api Unggun sebagai penutup menjadi momen bersejarah yang akan selalu dikenang oleh para Pramuka di Kepulauan Meranti dan seluruh peserta JOTA JOTI di seluruh dunia.
“Semoga semangat kebersamaan dan persaudaraan yang terjalin dalam acara ini diharapkan dapat terus menginspirasi kegiatan Pramuka di masa depan, serta memperkuat komitmen para anggota untuk terus berkembang dan berkontribusi positif dalam masyarakat” ujar Mansurun. (HMS-DR)