Kemenag (Kuansing)Minggu malam, 14 September 2025, suasana di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau terasa berbeda dari biasanya. Tepat pukul 19.00 WIB, Mushalla Al-Ikhlas yang terletak di halaman rumah pribadi milik PAI Fungsional KUA Singingi Hilir, H. Isnaini, S.Ag, dipenuhi suara lantunan ayat suci Al-Qur’an dari mulut-mulut kecil anak-anak desa yang dengan penuh semangat mengikuti pembelajaran membaca Al-Qur’an.
Dalam semangat dakwah dan pengabdian tanpa batas, H. Isnaini, S.Ag membuka pintu rumahnya dan menjadikan mushalla miliknya sebagai tempat pembinaan dasar-dasar baca tulis Al-Qur’an. Langkah ini merupakan bagian dari kepeduliannya terhadap generasi muda, khususnya dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an yang masih menjadi persoalan di sebagian wilayah pedesaan.
Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin dan mandiri, dengan pendekatan personal dan penuh kasih sayang. H. Isnaini tidak hanya mengajarkan teknik membaca Al-Qur’an, tetapi juga menyisipkan nilai-nilai akhlak, kedisiplinan, dan semangat mencintai ilmu agama. Meskipun jumlah murid masih terbatas, yakni dua anak, namun semangat dan antusiasme mereka tampak luar biasa.
“Kami mulai dari dua orang anak, dan insya Allah akan terus bertambah. Yang penting adalah niat dan usaha untuk membekali mereka dengan ilmu yang bermanfaat, terutama dalam membaca kitab suci Al-Qur’an,” ujar H. Isnaini dengan penuh ketulusan.
Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa dakwah tidak harus dilakukan di tempat megah atau melalui forum besar. Justru dari ruang kecil dan sederhana inilah, cahaya Al-Qur’an mulai ditanamkan dalam hati generasi penerus bangsa. Mushalla Al-Ikhlas, meski bersahaja, menjadi saksi lahirnya semangat belajar agama yang kuat di tengah keterbatasan fasilitas.
Para orang tua di sekitar lokasi pun mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh H. Isnaini. Mereka merasa terbantu dan termotivasi untuk lebih memperhatikan pendidikan agama anak-anak mereka. Keberadaan mushalla di halaman rumah beliau menjadi oase rohani yang menghidupkan lingkungan sekitar dengan nuansa keislaman yang kental.
Melalui kegiatan ini, besar harapan agar semangat memberantas buta aksara Al-Qur’an bisa menular ke desa-desa lain di Kecamatan Singingi Hilir. Apa yang dilakukan oleh H. Isnaini, S.Ag bukan sekadar mengajar, tetapi juga membangun peradaban Islami dari akar rumput.
KUA Kecamatan Singingi Hilir berharap inisiatif serupa dapat didukung dan diadopsi oleh para tokoh agama serta penyuluh lainnya. Semoga dengan usaha kecil namun konsisten ini, lahir generasi muda yang mencintai Al-Qur’an, mampu membacanya dengan baik, dan menjadikannya sebagai pedoman hidup.
Dengan dimulainya dari dua anak, semoga kelak akan tumbuh menjadi ratusan anak yang melek huruf Al-Qur’an dan memiliki pemahaman agama yang kuat. KUA Singingi Hilir akan terus mendukung langkah-langkah nyata yang berpihak kepada kemajuan spiritual umat, sekecil apa pun itu.(MB)