0 menit baca 0 %

Malam Resepsi HUT RI Ke-80 di Kuala Indragiri Diwarnai Doa Khidmat dari Penyuluh Agama

Ringkasan: Tembilahan (Kemenag) Malam resepsi dan syukuran dalam rangka peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Camat Kuala Indragiri berlangsung meriah dan penuh makna pada Selasa (19/8/2025). Acara yang dimulai pukul 21.00 WIB ini dihadiri oleh berbagai elemen, mulai dari Camat,...

Tembilahan (Kemenag) – Malam resepsi dan syukuran dalam rangka peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Camat Kuala Indragiri berlangsung meriah dan penuh makna pada Selasa (19/8/2025). Acara yang dimulai pukul 21.00 WIB ini dihadiri oleh berbagai elemen, mulai dari Camat, Danramil, Kapolsek, Lurah Sapat, hingga tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pasukan pengibar bendera.

Salah satu momen paling khidmat dalam acara tersebut adalah sesi pembacaan doa yang dipimpin oleh perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA) Kuala Indragiri. Muhammad Saat, seorang Penyuluh Agama Islam, diamanahkan untuk memimpin doa, memohon keberkahan dan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah dirasakan oleh bangsa Indonesia.

Dalam doanya, Muhammad Saat mengajak seluruh hadirin untuk merenungkan kembali perjuangan para pahlawan. Ia juga memanjatkan doa agar persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga, serta mendoakan kemajuan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kuala Indragiri.

Saat diwawancarai, Muhammad Saat menyampaikan rasa syukurnya dapat menjadi bagian dari acara penting ini. "Alhamdulillah, kami diberi kesempatan untuk memimpin doa dalam momen bersejarah ini. Doa adalah wujud rasa syukur kita kepada Allah SWT atas anugerah kemerdekaan," ujarnya.

"Semoga semangat yang terpancar dari acara ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus bersama-sama mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif, menjaga kerukunan, dan terus berkarya untuk kemajuan negeri," tambahnya.

Acara resepsi yang berlangsung hingga pukul 23.15 WIB ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga pengingat akan pentingnya nilai-nilai spiritual dalam setiap perayaan kebangsaan.  (Ria)