0 menit baca 0 %

Mambang Mit: Ulama dan Umarah Harus Satu Nafas dalam Kebijakan

Ringkasan: Pekanbaru (Humas)- Ulama dan Umarah harus satu nafas dalam melaksanakan berbagai kebijakan yang menyangkut masalah ummat. Untuk itu, silaturrahim warga nahdliyin dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) khususnya di Provinsi Riau penting dan harus dilaksanakan secara priodik, karena selain ajang...
Pekanbaru (Humas)- Ulama dan Umarah harus satu nafas dalam melaksanakan berbagai kebijakan yang menyangkut masalah ummat. Untuk itu, silaturrahim warga nahdliyin dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) khususnya di Provinsi Riau penting dan harus dilaksanakan secara priodik, karena selain ajang silaturrahim juga dapat dijadikan sebagai ruang sharing untuk saling menerima dan memberikan masukan kearah yang lebih baik. Demikian diungkapkan Wakil Gubernur Riau, HR Mambang Mit, saat memberikan kata sambutan pada acara Silaturrahim Warga Nahdliyin se Provinsi Riau dengan PBNU Pusat, Dr HC KH A Hasyim Muzadi di Hotel Ratu Mayang Garden Jalan Sudirman Pekanbaru, Kamis (21/6). Menurutnya, saat ini masih banyak masyarakat yang rendah dalam pemahaman dan penerapan nilai- nilai agama, hal tersebut terlihat pada empat faktor. Pertama: dalam kehidupan masyarakat saat ini, ada kecendrungan menurunnya kadar keimanan dan ketaqwaan, karena banyak kalangan umat beragama saat ini sepenuhnya kurang memperhatikan nilai- nilai yang diajarkan agama, khususnya agama Islam. Sehingga banyak saat ini muncul aliran- aliran dan pemahaman agama yang tidak sesuai dengan Al- Qur'an dan Hadist. Kedua, keberadaan penyuluh yang belum merata kurang dimana letak wilayah Riau yang masih banyak yang belum terjangkau oleh alat transportasi. Selain masih kurang tersedianya sarana ibadah, sehingga pemahaman masyarakat terhadap agama juga berkurang khususnya daerah pedesaan dan daerah Komunitas Adat Terpencil (KAT) atau suku terasing yang berada di daerah- daerah pulau terluat atau perbatasan. Ketiga, kecenderungan tingkat kriminalitas dalam masyarakat mengalami peningkatan terbukti dengan banyaknya generasi mudah yang melakukan hal- hal yang bertentangan dengan nilai- nilai agama, seperti narkoba, prilaku seks menyimpang, perambokan, pembunuhan dan lain sebagainya. "Untuk itu, instansi yang mempunyai kewenangan untuk memajukan bidang agama, khususnya Kementerian Agama dan instansi non pemerintah dan tokoh agama hendaknya dapat bersinergi dalam membuat program dan kegiatan dalam rangka pembangunan umat beragama, khususnya umat Islam, karena masyarakat Riau adalah mayoritas beragama Islam," harapnya. (mus)