0 menit baca 0 %

MAN 1 Kepulauan Meranti Terima Mahasiswa PPL STAI Nurul Hidayah Selatpanjang

Ringkasan: Meranti(Kemenag) - MAN 1 Kepulauan Meranti menerima dua mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari STAI Nurul Hidayah Selatpanjang, Selasa (7/10/24). Mahasiswa tersebut diterima oleh Kepala MAN 1 Kepulauan Meranti Nuryaningsih dengan didampingi Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum.

Meranti(Kemenag) - MAN 1 Kepulauan Meranti menerima dua mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari STAI Nurul Hidayah Selatpanjang, Selasa (7/10/24). 

Mahasiswa tersebut diterima oleh Kepala MAN 1 Kepulauan Meranti Nuryaningsih dengan didampingi Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum. Dua mahasiswa tersebut dijadwalkan akan mengabdikan diri dari tanggal 7 Oktober hingga 7 Desember mendatang.

Bertempat di Ruang Kepala  MAN 1 Kepulauan Meranti, turut hadir dosen pembimbing mendampingi para mahasiswanya. Diterimanya mahasiswa PPL tersebut merupakan salah satu bentuk kolaborasi MAN 1 Kepulauan Meranti dengan STAI Nurul Hidayah Selatpanjang.

Dalam sambutannya, Kamad mengucapkan selamat datang dan menyampaikan ucapan terima kasih.

"Selamat datang dan terimakasih atas kepercayaan STAI Nurul Hidayah Selatpanjang  yang telah memberi kesempatan kepada MAN 1 sebagai tempat pengabdian mahasiswa PPL," tutur Nuryaningsih.

Pada kesempatan ini, Kamad juga menyampaikan kebiasaan yang ada di MAN 1 Kepulauan Meranti di antaranya salat berjamaah. 

"Tentunya kami juga berharap para mahasiswa untuk ikut berpartisipasi untuk mengarahkan siswa ke mushalla," jelas Nuryaningsih.

Ketua STAI Nurul Hidayah sekaligus Dosen Pembimbing Isnaini Septemiarti mengucapkan terima kasih kepada pihak madrasah yang telah bersedia menerima mahasiswa STAI untuk menimba ilmu mengajar di MAN 1 Kepulauan Meranti.

"Kami titip mahasiswa kami Nurhasanah dan Rahmawati kepada bapak Ibu di MAN 1 Kepulauan Meranti", tuturnya

Selanjutnya terkait dengan pelaksanaan PPL, Nelli Murni selaku Wakil Kepala Bidang Kurikulum MAN 1 Kepulauan Meranti meminta kepada para mahasiswa untuk tepat waktu hadir di madrasah, menjaga budaya bersih melayani dan menghindari gratifikasi.

"Semoga kegiatan ini dapat membekali mahasiswa untuk mempelajari aspek pembelajaran, pembuatan perangkat pembelajaran dan praktik pembelajaran di kelas," harap Nelli. (Ian)