Pekanbaru (Kemenag). MAN 1 Kota Pekanbaru menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning selama tiga hari, 16–18 Juni 2025, di Aula Utama Madrasah. Seluruh guru mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan kompetensi dan penyesuaian strategi pembelajaran di era Kurikulum Merdeka. Kegiatan ini mengusung tagline “Belajar dengan Cinta, Membentuk Insan Beriman, Berilmu, Mendunia.
Kepala MAN 1 Kota Pekanbaru, Norerlinda, membuka kegiatan secara resmi dengan menegaskan pentingnya guru mengikuti bimtek secara sungguh-sungguh. Dalam sambutannya, ia mengajak guru untuk terus memperbarui cara pandang dan pendekatan dalam mendidik. “Jadilah guru yang mengajar dengan hati, mendidik dengan cinta, dan membentuk generasi yang siap menghadapi masa depan dengan iman dan ilmu,” pesannya di hadapan seluruh peserta.
Dengan menghadirkan narasumber Anamiroh Ambarwati, bimtek ini memperkenalkan dua pendekatan utama: kurikulum berbasis cinta dan pembelajaran deep learning. Kurikulum berbasis cinta menekankan pentingnya empati, penguatan karakter, dan ruang belajar yang aman secara emosional. Sementara itu, deep learning mengarahkan guru untuk merancang pembelajaran yang mendorong pemikiran kritis, reflektif, dan bermakna, sehingga siswa benar-benar memahami dan mampu mengaitkan ilmu dengan kehidupan nyata.
Pengawas Madrasah, Ariadi, yang turut hadir dalam kegiatan ini, menyatakan bahwa bimtek ini merupakan langkah penting dalam transformasi pembelajaran. Ia juga menegaskan akan memantau implementasi hasil bimtek di kelas secara berkala. “Kami akan terus memonitor dan mendampingi guru dalam menerapkan pendekatan ini agar dampaknya nyata dirasakan oleh siswa,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, MAN 1 Kota Pekanbaru menegaskan komitmennya sebagai madrasah unggul yang tidak hanya mencetak siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga membentuk insan yang berakhlak, berdaya saing, dan memiliki kedalaman berpikir dalam menghadapi tantangan global. (Humas MAN 1 Pekanbaru)