Kuansing (Inmas), Era Globalisasi ini budaya literasi harus digerakkan baik bagi guru maupun siswa. Budaya Literasi sangat erat kaitannya dengan dunia pendidikan, bahkan ada yang mengatakan budaya literasi tidak dapat dipisahkan dengan dunia pendidikan.
Untuk menjawab tantangan itu di masa pandemi ini MAN 1 Kuantan Singingi bersemangat berbenah untuk mengembangkan berbagai ide, gagasan dan karya untuk membangun budaya literasi bagi guru dan siswa. Seperti di MAN 1 sudah ada beberapa pondok atau panggung yang variatif untuk dijadikan pangung baca bagi guru dan siswa, untuk memotivasi minat tulis dan baca.
Supardi, S.Pd sebagai guru Bahasa Indonesia mengatakan, "Penguasaan literasi merupakan indikator paling utama meningkatkan prestasi, membaca merupakan dasar menguasai berbagai bidang studi. Untuk itu saya akan mengajak anak membaca dan menulis karya seperti, puisi, cerpen sebagai pemula dalam penerapan budaya literasi," papar Supardi yang juga sebagai ketua Literasi. "Ini mudah-mudahan akan mendorong siswa terus terinspirasi untuk menulis," tambah guru senior tersebut.
Suhelmon mengulas apa yang disampaikan Supardi, "Jika perlu, gerakan literasi tidak sekedar rutinitas tapi mari lahirkan karya otentik yang bernas dari siswa maupun guru, paling tidak semangat ini akan mengusung MAN 1 Kuantan Singingi menjadi lebih berprestasi," pungkas Kepala MAN 1 tersebut. "Pada abad 21 literasi menjadi keniscayaan. Kompetensi literasi yang baik akan menghambat ancaman siswa yang gampang terprovokasi," tambah Suhelmon, MA. (DE)
MAN 1 Kuantan Singingi Gerakkan Literasi untuk Dorong Siswa dan Guru Berkarya
Ringkasan:
Kuansing (Inmas), Era Globalisasi ini budaya literasi harus digerakkan baik bagi guru maupun siswa. Budaya Literasi sangat erat kaitannya dengan dunia pendidikan, bahkan ada yang mengatakan budaya literasi tidak dapat dipisahkan dengan dunia pendidikan.Untuk menjawab tantangan itu di masa pandemi in...