0 menit baca 0 %

MAN 1 Pekanbaru dan Mahad Tafaqquh Evaluasi Program Karantina Angkatan I : Langsung Teken MoU untuk langsungkan Angkatan II

Ringkasan: Pekanbaru (Kemenag) Besok, Kamis, 25 September 2025, Aula Masjid Raya An-Nur Provinsi Riau akan menjadi saksi atas kelulusan 21 orang para penghafal Al-Qur'an dalam Wisuda Tahfidz Angkatan 1 MAN 1 Pekanbaru. Acara ini merupakan puncak dari program karantina tahfizh yang telah berjalan selama 10 bula...

Pekanbaru (Kemenag) – Besok, Kamis, 25 September 2025, Aula Masjid Raya An-Nur Provinsi Riau akan menjadi saksi atas kelulusan 21 orang para penghafal Al-Qur'an dalam Wisuda Tahfidz Angkatan 1 MAN 1 Pekanbaru. Acara ini merupakan puncak dari program karantina tahfizh yang telah berjalan selama 10 bulan, sebuah kolaborasi apik antara program unggulan tahfizh MAN 1 Pekanbaru dengan Ma'had Tafaqquh, lembaga yang diasuh oleh ulama karismatik Riau, Dr. H. Musthafa Umar, Lc., MA.


Program ini membuktikan bahwa sinergi antara lembaga pendidikan formal dan pesantren mampu menghasilkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam pemahaman dan hafalan Al-Qur'an. 


"Karantina yang ketat selama hampir satu tahun penuh telah membentuk para santri menjadi pribadi yang tangguh, disiplin, dan berakhlak mulia", ujar Dr. H. Musthofa Umar, MA pada Selasa siang, (23/09/2025) bertempat di Ma'had Tafaqquh, dihadapan jajaran pimpinan dari kedua lembaga dalam kegiatan rapat evaluasi menyeluruh untuk program angkatan pertama dan persiapan untuk program angkatan kedua. Dari MAN 1 Pekanbaru, Kepala MAN 1 Pekanbaru Norerlinda, M.Pd, beserta para wakilnya H. Zulfa Hendri, M.Pd (Humas), Yusniar, M.Pd (Kesiswaan), H. Suparman M.Pd.I (Keislaman), Alif Melky Ramdani, M.Pd (Penjaminan Mutu), dan Hj. Nur Rahmi, M.Pd (Sarpras), serta Fitri Dwi Wahyuni Saputri, SPd dari staf Humas. Dari pihak Ma'had Tafaqquh, selain Ustadz Dr. KH. Musthafa Umar, Lc., MA, Pimpinan Yayasan Ma’had Tafaqquh Islami, Hj. Wirma Nelawati, S.Ag juga hadir. Pertemuan ini tidak hanya mengevaluasi keberhasilan, tetapi juga merancang masa depan yang lebih baik.


"Rencananya, program karantina tahfizh angkatan 2 akan dimulai pada 4 Oktober 2025 dan kembali diselenggarakan selama 10 bulan", ujar Norerlinda, M.Pd. 


Setelah melakukan pembahasan lebih dari 3 jam, kegiatan ditutup dengan penandatanganan MoU untuk angkatan 2 program karantina tahfidz dengan 26 orang peserta.(Humas Mansa)