0 menit baca 0 %

MAN 1 Pekanbaru Gelar Studi Edukasi Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di Diniyah Putri Padang Panjang

Ringkasan: Pekanbaru (Kemenag)  Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Pekanbaru melaksanakan kegiatan studi edukasi ke Diniyah Putri Padang Panjang, Sumatera Barat, dalam rangka pendalaman penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan kompetensi pendidik sekali...

Pekanbaru (Kemenag) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Pekanbaru melaksanakan kegiatan studi edukasi ke Diniyah Putri Padang Panjang, Sumatera Barat, dalam rangka pendalaman penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan kompetensi pendidik sekaligus pengenalan lebih dalam terhadap madrasah yang menjadi piloting KBC, Minggu (28/09/2025).

Rangkaian kegiatan ini diawali dengan perkenalan lingkungan Diniyah Putri dari fasilitas dan infrastruktur. Kemudian disungguhkan dengan penampilan memukau dari santri dengan harmonisasi gabungan jenis alat musik yang memanjakan mata serta memukau rombongan MAN 1.

Rombongan MAN 1 Pekanbaru dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, Norerlinda, M.Pd, didampingi Kepala Administrasi, Maida Susi, S.M., serta diikuti jajaran wakil kepala dan staf. Kehadiran ini menjadi wujud nyata komitmen MAN 1 Pekanbaru dalam mengembangkan inovasi pembelajaran yang menekankan pada nilai cinta, kepedulian, dan akhlak mulia dalam pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, pimpinan Diniyah Putri Fauziah Fauzan El-Muhammadiy, S.E AKT,. M.Si yang telah dikenal luas di kancah internasional memberikan pemaparan mengenai konsep, implementasi, dan hasil dari penerapan Kurikulum Berbasis Cinta. Beliau menegaskan bahwa peran guru sangat vital dalam mewujudkan KBC, karena guru tidak hanya sebagai penyampai ilmu, tetapi juga teladan dalam membentuk karakter dan kasih sayang peserta didik.

"Guru harus bisa menghindari 13 virus Komunikasi yang sangat sering dilakukan oleh guru bahkan orang tua peserta didik." tegasnya lagi

Beliau juga mengajak para guru untuk bisa mengasuh dengan bahasa cinta. Guru hadir sebagai sosok yang betul-betul mengerti dengan kondisi peserta didik.

Kepala MAN 1 Pekanbaru, Norerlinda, M.Pd, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kesempatan mendapatkan pengalaman langsung dari lembaga pendidikan yang sudah lebih dahulu mengimplementasikan KBC. 

“Allhamdulillah, dan Kurang puas rasanya menerima ilmu yang sangat berhargaini. karna waktu yang sangat terbatas. Studi edukasi ini menjadi bekal berharga bagi kami untuk menerapkan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta di MAN 1 Pekanbaru.,” ujarnya.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif antara jajaran MAN 1 Pekanbaru dengan pimpinan Diniyah Putri.

"Butuh dua hari untuk kita belajar cara mengasuh dengan bahasa cinta yang telah diterapkan di Diniyah Putri ini. Dan siap hadir jika di undang ke pekanbaru." Pungkas Bu Fauziah dalam sambutan penutupnya di ujung acara. (Humas Mansa)