Pekanbaru (Kemenag) – Upaya membuka ruang mobilitas pendidikan internasional bagi peserta didik kembali diperlihatkan MAN 1 Pekanbaru melalui penyelenggaraan Sosialisasi Persiapan Studi ke Timur Tengah yang berlangsung di Aula Kampus Pelita, Lantai 5, Minggu (19/10/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi madrasah dalam menumbuhkan orientasi global sekaligus memperluas peluang beasiswa bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di luar negeri.
Acara tersebut menghadirkan dua narasumber yang berpengalaman dalam pengembangan studi Timur Tengah. Direktur Markaz Al Azhar Indonesia, Muhammad Arifin, MA, membahas secara rinci syarat pendaftaran dan jalur beasiswa yang tersedia di sejumlah universitas ternama di Mesir, Arab Saudi, dan Yaman. Sementara Direktur Markaz El Arabiyah Riau, Dr. Aprijon Efendi, Lc., MA, memaparkan pentingnya kompetensi bahasa Arab, kesiapan akademik, serta dinamika kehidupan mahasiswa di kawasan Timur Tengah yang memiliki tradisi akademik panjang dan karakter sosial yang khas.
Sesi pemaparan berlangsung interaktif. Para narasumber menampilkan data, tren penerimaan mahasiswa internasional, serta peluang bidang ilmu yang diminati kampus-kampus Timur Tengah. Para peserta juga mendapatkan gambaran realistis mengenai tantangan studi, mulai dari perbedaan kurikulum, budaya akademik, hingga tuntutan adaptasi bahasa. Pendekatan pemaparan yang praktis membuat siswa lebih mudah memahami lanskap pendidikan di kawasan tersebut.
Kegiatan ini diikuti sekitar 70 peserta didik dari berbagai madrasah di Pekanbaru serta sejumlah perwakilan pondok pesantren dari Pasaman, Sumatera Barat. MAN 1 Pekanbaru juga menghadirkan seluruh siswa program khusus Timur Tengah yang selama ini mendapat pembinaan intensif bahasa Arab dan kajian keilmuan Islam.
Kepala MAN 1 Pekanbaru, Norerlinda, M.Pd, membuka acara secara resmi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pembekalan seperti ini merupakan langkah strategis madrasah dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi kompetisi global.
“Madrasah berkomitmen memberi akses informasi yang jelas dan terukur bagi peserta didik. Kami ingin mereka melihat peluang dunia internasional secara langsung, memahami tantangannya, dan mempersiapkan diri dengan mentalitas yang tepat. Orientasi global harus berjalan seiring dengan karakter islami yang kuat,” ujar Norerlinda.
Selain unsur pimpinan madrasah, hadir juga Kepala Administrasi MAN 1 Pekanbaru, Maida Susi, SM, serta para Wakil Kepala Madrasah yang selama ini terlibat dalam pengembangan program internasional. Kehadiran jajaran pimpinan tersebut menunjukkan dukungan struktural terhadap perluasan akses pendidikan luar negeri sebagai bagian dari arah kebijakan madrasah.
Komite Madrasah turut menyampaikan dukungan penuh. Ketua Komite MAN 1 Pekanbaru, H. Sutan Syahril, dalam kesempatan tersebut menegaskan komitmen komite dalam mendorong program-program strategis yang memberi manfaat jangka panjang bagi siswa. Menurutnya, orientasi internasional bukan sekadar prestise, melainkan ikhtiar nyata mempersiapkan generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat global.
Suasana kegiatan semakin hidup ketika memasuki sesi tanya jawab. Para siswa mengajukan beragam pertanyaan terkait universitas favorit, peluang beasiswa penuh dan parsial, mekanisme seleksi, hingga strategi mempercepat kemampuan bahasa Arab. Antusiasme tersebut mencerminkan meningkatnya minat siswa MAN 1 Pekanbaru untuk melanjutkan studi ke luar negeri, terutama ke negara-negara yang memiliki tradisi pendidikan Islam kuat.
Ketua pelaksana kegiatan, Rafiki Almunawar, M.Pd, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas terselenggaranya acara ini. Ia menilai sosialisasi semacam ini sangat penting karena menghadirkan informasi langsung dari sumber terpercaya serta memperkuat motivasi siswa untuk mempersiapkan diri sejak dini.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi pijakan awal bagi lebih banyak siswa MAN 1 Pekanbaru yang mampu bersaing di tingkat internasional. Semoga ke depan lahir lebih banyak lulusan yang menempuh studi di Timur Tengah dan kembali membawa kontribusi keilmuan bagi daerah dan bangsa,” ujarnya.
Acara ditutup dengan penampilan marawis oleh siswa MAN 1 Pekanbaru, sesi foto bersama, serta penyerahan cenderamata kepada para narasumber. Kehadiran seni marawis dalam penutupan menjadi simbol perpaduan antara tradisi lokal dan semangat dakwah keilmuan yang selama ini dihidupi madrasah.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, MAN 1 Pekanbaru semakin meneguhkan posisinya sebagai madrasah yang progresif dalam membuka peluang internasional bagi peserta didik. Upaya sistematis semacam ini memperlihatkan bahwa kompetisi global tidak akan menggentarkan siswa yang dipersiapkan dengan informasi, keterampilan, dan motivasi yang tepat. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian inisiatif madrasah untuk memperkuat ekosistem pendidikan berwawasan luas sekaligus berakar pada nilai-nilai keislaman. (Humas MAN 1 Pekanbaru).