(Pekanbaru, Humas MAN 2). Pada hari Sabtu (27/1/2024) telah dilaksanakan fogging di MAN 2 Pekanbaru. Fogging yang dilakukan ini adalah sebagai tindak lanjut madrasah terhadap kasus DBD pada dua siswa MAN 2. Fogging adalah tindakan yang bertujuan untuk mengentaskan nyamuk dewasa penyebab DBD serta untuk memutus penularan kasus DBD di suatu wilayah/area. Dengan ditemukannya kasus DBD pada siswa MAN 2, madrasah memandang perlu untuk melakukan tindakan fogging.
Dalam upaya memutus rantai perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti, nyamuk yang menjadi perantara penyebaran virus dengue, maka madrasah cepat tanggap berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru dan Puskesmas Kecamatan Sail terkait tujuan ini. Tindak lanjut dari koordinasi awal, tim dari Puskesmas Kecamatan Sail melakukan survey lingkungan di kampus MAN 2. Pencatatan data dilakukan terhadap ada tidaknya potensi perkembangbiakan nyamuk khususnya nyamuk aedes. Selain itu tim Puskesmas melakukan edukasi terkait upaya memutus mata rantai perkembangbiakan jentik-jentik nyamuk.
Fogging dilakukan oleh tim dibawah komando Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru pada taman, ruang kelas, toilet, kantor, dan lokasi perkiraan keberadaan nyamuk dewasa. Untuk kelancaran proses pembelajaran, dipilih hari Sabtu untuk pelaksanaan fogging. Sedangkan pihak kantin telah terlebih dahulu diinformasikan agar dapat menyimpan dengan baik bahan makanan untuk menghindari kontaminasi dari insektisida. Untuk hasil yang efektif, fogging di MAN 2 dilakukan pada periode aktifitas puncak nyamuk DBD yaitu sekitar pukul 10.00 pagi.
Kampus MAN 2 adalah rumah kedua bagi seluruh warga madrasah. Tindakan pengawasan akan terus dilakukan agar pemutusan mata rantai perkembangbiakan nyamuk dapat terkendali dengan baik. Untuk menghindari penularan DBD, maka tindakan pencegahan harus juga dilakukan di lingkungan rumah masing-masing. (eF)