Meranti(Kemenag)– Dalam semangat memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-177, MAN 2 Kepulauan Meranti menggelar apel bendera yang khidmat dan sarat makna di halaman madrasah pada Selasa(20/5). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan dengan penuh semangat dan rasa nasionalisme.
Mengusung tema "Menuju Kebangkitan Nasional yang Bersahaja, Berpihak, dan Berkelanjutan", apel ini menjadi momentum penting bagi seluruh warga madrasah untuk merenungkan kembali makna perjuangan dan pentingnya peran generasi muda dalam membangun bangsa Indonesia.
Bertugas sebagai Pembawa Acara, Anggun Rizqiyana tampil dengan tenang dan percaya diri memandu jalannya upacara dari awal hingga akhir. Kehadirannya memberikan suasana yang tertib dan mendalam. Di sisi lain, Zahra Gunasri Wahidah, yang ditunjuk sebagai pembaca Undang-Undang Dasar 1945, menyampaikan amanat konstitusi dengan suara lantang dan penuh penghayatan, membangkitkan semangat nasionalisme di kalangan peserta.
Satto Dinata, yang bertugas sebagai Asisten Pembina, dengan sigap membantu jalannya upacara dan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar. Dedikasinya menjadi teladan tentang pentingnya kerja sama dan tanggung jawab dalam setiap kegiatan kebangsaan. Pasukan Paskibra MAN 2 Kepulauan Meranti juga mengambil peran dengan penuh kesungguhan bagi terlaksananya acara tersebut.
Puncak acara berlangsung saat Mudasir, selaku Pembina Upacara, menyampaikan amanat yang menyentuh hati. Selesai membacakan Pidato Kementerian Komunikasi dan Digital Rebublik Indonesia, Mudasir menyambung amanat dan mengajak seluruh siswa untuk tidak memaknai Hari Kebangkitan Nasional hanya sebagai peristiwa sejarah yang berlalu, tetapi sebagai panggilan untuk bangkit dan berkontribusi nyata bagi bangsa.
“Hari Kebangkitan Nasional bukan hanya peringatan sejarah, tetapi panggilan bagi kita semua, terutama generasi muda madrasah, untuk terus membangun bangsa dengan ilmu, iman, dan amal. Kebangkitan tidak terjadi sekali lalu selesai, tetapi merupakan proses panjang yang memerlukan semangat persatuan, keberanian, serta kerja keras,” ungkapnya.
Mudasir juga mengingatkan bahwa kebangkitan tidak harus dimulai dari hal besar dan mewah, tetapi dari tindakan-tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten.
“Kebangkitan sejati bukan dari hal yang besar dan megah, tapi dari tindakan sederhana yang dilakukan dengan istiqamah—belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati orang tua dan guru, serta menjaga akhlak dalam setiap perbuatan,” lanjutnya dengan penuh semangat.
Upacara kemudian ditutup dengan doa khidmat yang dipimpin oleh Khairul Fahmi, yang memohon kepada Allah agar Indonesia tetap diberkahi dan dijaga oleh generasi muda yangÂ
Momentum Hari Kebangkitan Nasional di MAN 2 Kepulauan Meranti ini menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan tidak boleh padam. Kini, saatnya generasi muda mengambil tongkat estafet perjuangan—dengan belajar sungguh-sungguh, menjaga moral, dan bersatu membangun negeri.  (HMS-DR)